Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penggeledahan di Provinsi Riau. Kali ini, KPK menggeledah Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Penggeledahan ini masih berkaitan dengan kasus korupsi Gubernur Abdul Wahid. Penggeledahan masih berlangsung ketika artikel ini dimuat.
"Tim melanjutkan giat penggeledahan di Dinas Pendidikan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Kamis (13/11/2025).
Gubernur Abdul Wahid kena OTT KPK pada Senin (3/11/2025). Ada 10 orang yang ditangkap, tetapi baru tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka adalah Gubernur Abdul Wahid, Kepala DInas PUPR PKPP Riau M Arief Setiawan, dan Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M Nursalam.
Abdul Wahid melalui Arief Setiawan diduga meminta 'jatah preman' Rp7 miliar atau fee 5 persen dari proyek di Dinas PUPR PKPP. Bagi yang tidak menuruti permintaan itu, terancam dimutasi atau dicopot dari jabatannya.
Terdapat tiga kali penyerahan uang. Penyerahan pertama sebesar Rp1,6 miliar pada Juni 2025, kedua sebesar Rp1,2 miliar pada Agustus 2025, dan ketiga Rp1,25 miliar pada November 2025.
Namun, pada penyerahan ketiga KPK berhasil melakukan tangkap tangan. Dalam tangkap tangan, KPK menyita bukti antara lain 9 ribu Poundsterling dan 3 ribu Dolar Amerika Serikat
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Kasus Gubernur Abdul Wahid, Dinas Pendidikan Riau Digeledah KPK

Gubernur Riau Abdul Wahid mengenakan rompi oranye ketika dibawa ke rutan Gedung ACLC KPK (IDN Times/Santi Dewi)
Editorial Team
EditorDheri Agriesta
Related Article
Rusia dan Korut Resmikan Jembatan Jalan Raya Pertama09 Sep 2026, 01:34 WIB
Selalu Mendahulukan Pasangan? Ini Bahaya yang Sering Tak Disadari09 Sep 2026, 01:00 WIB
Nepal Tindak Tegas Perundungan Daring terhadap Penyintas Banjir09 Sep 2026, 00:53 WIB
Bercanda Main Busur, Pelipis Remaja di Makassar Tertancap Anak Panah08 Sep 2026, 23:32 WIB
Dari Umpan Rumahan ke Produk Siap Pakai, Umpan Djempol Ikuti Perubahan08 Sep 2026, 23:27 WIB
Bandara Soetta Dibuka, Penerbangan Makassar-Jakarta Kembali Normal08 Sep 2026, 23:12 WIB
Viral Dugaan Perpeloncoan di FMIPA Unhas, Mahasiswa Diduga Ditampar08 Sep 2026, 23:10 WIB
Desak Stop MBG, Emak-Emak Pukul Panci dari Tugu Jogja ke UGM 08 Sep 2026, 23:04 WIB
Polda Sulsel Mengaku Belum Temukan Polisi Terima Setoran dari Passobis08 Sep 2026, 23:03 WIB
Piala Soeratin U-13, U-15, dan U-17 Sumut Digelar, Perebutkan Piala Gubernur08 Sep 2026, 23:01 WIB
ANTARA Bantu Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak saat Liput Anak Krakatau08 Sep 2026, 22:55 WIB
Semarang Negatif Abu Vulkanik, Dinkes Imbau Warga Tetap Harus Waspada08 Sep 2026, 22:47 WIB
DPRD Bali Soroti Aturan BTT yang Batasi Penanganan Bencana08 Sep 2026, 22:25 WIB
Ada 26 Titik Api di Sumut, 15 Kabupaten Terdampak Asap08 Sep 2026, 22:14 WIB
Mengapa Elektrifikasi Wajib Dimulai dari Bus Publik?08 Sep 2026, 22:11 WIB
Kim Jong Un Resmikan Kang Kon, Kapal Perang Terbesar Korut08 Sep 2026, 22:03 WIB
Erupsi Anak Krakatau, DPR Ingatkan Bantuan Warga tak Boleh Terhenti08 Sep 2026, 21:50 WIB
Karhutla Meluas di Kalimantan, BNPB: Kualitas Udara Sudah Bahaya08 Sep 2026, 21:47 WIB
Prancis Catat Rekor Suhu September, Tembus 40 Derajat Celsius08 Sep 2026, 21:43 WIB
Anggaran Bencana Bali Rp21 Miliar, BPBD Berisiko Kewalahan08 Sep 2026, 21:33 WIB