Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kecelakaan KRL Bekasi: Penumpang Trauma Pilih Gerbong Tengah
Ilustrasi penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek. (Dok. KAI Commuter)

  • Kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur meninggalkan trauma mendalam bagi para penumpang Commuter Line.
  • Banyak pengguna KRL kini memilih gerbong tengah karena merasa lebih aman dibandingkan gerbong ujung setelah insiden tersebut.
  • Data terbaru menunjukkan 16 orang meninggal dan 91 luka-luka, dengan 43 korban sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
29 April 2026

Kecelakaan terjadi antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut total korban mencapai 106 orang, dengan 15 meninggal dunia dan 91 luka-luka. Sebanyak 38 korban luka telah diperbolehkan pulang setelah perawatan medis.

kini

Penumpang seperti Ruby Rachmadina dan Rose masih merasakan trauma pascakecelakaan. Ruby kini memilih gerbong tengah saat naik KRL, sementara Rose menghindari gerbong ujung terutama gerbong perempuan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kecelakaan antara kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek menyebabkan korban jiwa serta menimbulkan trauma bagi sejumlah penumpang KRL yang kini merasa was-was saat kembali menggunakan layanan tersebut.
  • Who?
    Penumpang KRL seperti Ruby Rachmadina dan Rose, serta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang menyampaikan pembaruan data korban kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.
  • Where?
    Kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur, sementara dampaknya dirasakan oleh penumpang rute Bogor–Jakarta dan pengguna KRL di wilayah Jabodetabek.
  • When?
    Peristiwa dilaporkan pada Rabu, 29 April 2026, dengan kondisi pascakecelakaan masih berlangsung hingga hari-hari berikutnya ketika penumpang mulai kembali beraktivitas.
  • Why?
    Kecelakaan antara dua rangkaian kereta menyebabkan korban meninggal dan luka-luka, memicu rasa takut serta trauma di kalangan pengguna KRL yang sebelumnya rutin bepergian setiap hari.
  • How?
    Benturan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek mengakibatkan 106 korban, termasuk 15 meninggal dunia. Sebagian korban luka telah pulang setelah perawatan medis di rumah sakit setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dua kereta tabrakan di Bekasi Timur. Banyak orang luka dan ada yang meninggal. Ruby dan Rose yang biasa naik KRL jadi takut sekarang. Ruby pilih duduk di tengah kereta, Rose tidak mau di gerbong ujung. Orang-orang masih sedih dan takut, tapi beberapa korban sudah boleh pulang dari rumah sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Trauma masih membekas di kalangan penumpang Commuter Line pascakecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Sejumlah pengguna setia kereta mengaku mengubah kebiasaan saat kembali menggunakan transportasi tersebut.

Perasaan was-was muncul meski sebagian dari mereka telah bertahun-tahun mengandalkan KRL sebagai moda utama.

Ruby Rachmadina, pengguna KRL rute Bogor–Jakarta selama 15 tahun, mengaku kini lebih berhati-hati. Ia mengubah kebiasaan dalam memilih gerbong.

"Jujur aku tuh udah 15 tahun naik kereta ya pulang pergi. Jadi kayaknya ada sedikit rasa trauma," kata Ruby pada IDN Times, Rabu (29/4/2026).

2. Hindari gerbong ujung, penumpang masih takut

Potret rangkaian KRL buatan perusahaan China CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. (Dok. KAI Commuter)

Sebelumnya, Ruby kerap naik di gerbong belakang atau dekat gerbong wanita. Kini, ia memilih posisi di tengah rangkaian kereta.

"Karena mungkin kita nggak pernah tahu bahaya itu kapan terjadi. Jadi sekarang kalau ke mana-mana lebih pilih gerbong campuran yang ada di tengah-tengah. Sekarang lebih agak ke tengah lagi karena agak was-was juga," ujarnya.

2. Hindari gerbong ujung, penumpang masih takut

Ilustrasi KRL Jabodetabek. (Dok. KAI Commuter)

Rasa trauma juga dirasakan Rose (25). Ia mengaku masih takut naik KRL, terutama di gerbong bagian ujung.

"Jujur, kejadian kemarin bikin takut sih emang karena sehari-hari benar-benar naik KRL kalau kerja. Setelah ini, dalam waktu lama, saya belum mau naik kereta yang gerbong ujung dulu," kata Rose.

3. Data korban terbaru: 16 meninggal, 91 luka-luka

Potret rangkaian KRL buatan perusahaan China CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. (Dok. KAI Commuter)

Hingga saat ini, kobran meninggal akibat kecelakaan tersebut bertambah jadi 16 orang. Sementara, 91 lainnya mengalami luk-luka.

Dari jumlah tersebut, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sedangkan sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit..

"Nah, harapan kami bahwa sisanya insyaallah mudah-mudahan bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga," kata Dudy.

Editorial Team