5 Gunung Ramah Pemula yang Cocok Didaki saat Libur Sekolah

- Menjelang libur sekolah, mendaki gunung jadi pilihan populer karena banyak gunung di Indonesia menawarkan jalur ramah pemula dan pemandangan alam yang menakjubkan.
- Lima gunung direkomendasikan untuk pendaki pemula: Ijen di Jawa Timur, Prau di Jawa Tengah, Papandayan di Jawa Barat, Sibayak di Sumatera Utara, dan Kelimutu di Nusa Tenggara Timur.
- Setiap gunung memiliki daya tarik unik seperti blue fire Ijen, sunrise Prau, hutan mati Papandayan, tradisi kemerdekaan Sibayak, hingga Danau Tiga Warna Kelimutu.
Jakarta, IDN Times - Menjelang libur sekolah, banyak orang mulai mencari cara untuk menghabiskan waktu liburan, salah satunya dengan mendaki gunung. Aktivitas ini menjadi pilihan favorit karena Indonesia memiliki banyak gunung dengan pemandangan alam yang menarik.
Buat kamu yang ingin mencoba pengalaman mendaki tanpa jalur yang terlalu ekstrem, berikut rekomendasi gunung ramah pemula yang cocok didaki saat liburan sekolah.
Table of Content
1. Mengunjungi fenomena blue fire di Gunung Ijen, Jawa Timur

Gunung Ijen merupakan gunung berapi aktif dengan ketinggian 2.386 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang kerap menjadi pilihan para pendaki pemula.
Terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, gunung ini menjadi primadona wisatawan, karena fenomena blue fire yang hanya ada di dua tempat di dunia. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati pemandangan Kawah Ijen yang menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Jalur pendakian Gunung Ijen cukup lebar dan merata dengan waktu tempuh sekitar 1,5–2 jam menuju puncak. Terdapat beberapa pilihan waktu terbaik untuk mendaki gunung ini.
Pada November–April, intensitas kabut cenderung tipis dan suasana lebih sepi sehingga kamu dapat melihat fenomena blue fire dengan jelas. Namun, periode tersebut bertepatan dengan musim hujan sehingga jalur pendakian bisa menjadi licin dan becek.
Sementara itu, Juli–September menjadi waktu favorit karena cuaca cenderung cerah dan jalur pendakian lebih kering. Meski begitu, suhu udara pada pagi hari biasanya cukup dingin, terutama menjelang matahari terbit.
Adapun waktu yang sebaiknya dihindari untuk mendaki Gunung Ijen adalah Mei–Juni karena mulai memasuki peak season. Pada periode tersebut kawasan pendakian biasanya dipadati wisatawan sehingga berpotensi terjadi “kemacetan” di jalur pendakian.
2. Menyaksikan salah satu sunrise terbaik di Gunung Prau, Jawa Tengah

Gunung Prau berada di kawasan Dieng, Jawa Tengah memiliki ketinggian 2.565 mdpl. Gunung ini terkenal sebagai salah satu spot sunrise terbaik di Indonesia.
Jalur pendakian Gunung Prau tergolong singkat dengan waktu tempuh sekitar 2–4 jam dari basecamp menuju puncak. Pendaki juga dapat menikmati panorama sabana luas, lautan awan, dan pemandangan deretan gunung seperti Sumbing, Sindoro, Merapi, dan Merbabu.
Bagi pendaki pemula, jalur via Patak Banteng menjadi salah satu rute favorit karena memiliki trek yang relatif landai dan mudah dilalui.
3. Mencari jalur pendakian yang landai ada di Gunung Papandayan, Jawa Barat

Bagi pendaki pemula yang ingin mencari jalur pendakian yang tidak terlalu berat, Gunung Papandayan bisa menjadi pilihan. Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Garut-Bandung, Jawa Barat ini memiliki ketinggian 2.665 mdpl.
Waktu tempuh dari gerbang pendakian hingga area camping sekitar dua jam. Gunung Papandayan juga terkenal dengan pemandangan kawah, hutan mati, hingga hamparan edelweiss di kawasan Tegal Alun.
Meski demikian, pendaki tidak diperbolehkan mendaki hingga puncak Gunung Papandayan karena kawasan tersebut termasuk wilayah cagar alam yang dilindungi.
Namun, kamu tidak perlu khawatir karena jalur pendakiannya didominasi jalan tanah yang lebar dan papan kayu di beberapa titik, sehingga tetap ramah bagi pendaki pemula.
4. Melakukan perayaan kemerdekaan Indonesia di Gunung Sibayak, Sumatnra Utara
Bagi pendaki pemula yang ingin merasakan pengalaman mendaki sambil menikmati suasana perayaan kemerdekaan, Gunung Sibayak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara bisa menjadi pilihan.
Gunung dengan ketinggian 2.212 mdpl ini dikenal memiliki jalur pendakian yang relatif ramah bagi pemula.
Salah satu jalur favorit menuju Gunung Sibayak adalah melalui Desa Semangat Gunung atau Desa Raja Berneh. Jalur ini memiliki medan yang cukup rapi dan tidak terlalu curam dengan waktu tempuh sekitar 2–3 jam menuju puncak.
Di sepanjang perjalanan, pendaki juga dapat menikmati suasana hutan yang rimbun hingga pemandian air panas Lau Sidebuk-debuk di kaki gunung.
Gunung Sibayak juga terkenal dengan tradisi perayaan HUT Kemerdekaan RI yang meriah. Setiap tahunnya, komunitas pecinta alam menggelar upacara bendera hingga membentangkan bendera merah putih raksasa di puncak gunung.
Seperti pada 2024 lalu, Komunitas Pleton Kabut Sumatera Utara mengibarkan bendera berukuran 20x15 meter di puncak Gunung Sibayak.
5. Menikmati keindahan Danau Tiga Warna di Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur

Gunung Kelimutu di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur bisa menjadi pilihan bagi pendaki pemula yang ingin menikmati wisata alam dengan jalur pendakian yang relatif mudah.
Gunung ini memiliki ketinggian 1.639 mdpl sehingga tidak terlalu tinggi untuk didaki. Kontur jalurnya yang cukup ramah membuat kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Keberadaan Danau Tiga Warna atau Tiwu Kelimutu menjadi daya tarik tersendiri bagi Gunung Kelimutu. Danau ini terkenal karena memiliki tiga warna berbeda, yakni merah, biru, dan putih yang dapat berubah pada waktu tertentu. Masyarakat setempat juga memiliki kepercayaan tersendiri terkait makna masing-masing warna danau tersebut.
Danau Kelimutu terletak sekitar 54 kilometer di sebelah timur Kota Ende dapat ditempuh sekitar dua jam perjalanan. Untuk mencapai kawasan puncak, wisatawan hanya perlu menyusuri tangga berbahan besi yang cukup ramah bagi pendaki pemula.
Selain menikmati pemandangan danau, para pendaki dapat menikmati panorama 360 derajat Danau Tiga Warna sekaligus menyaksikan sunrise.


















