Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 1, Muhaimin Iskandar. (IDN Times/Imam Faishal)

Jakarta, IDN Times - Calon wakil presiden nomor urut satu, Muhaimin Iskandar berkelakar tentang kondisi pembangunan di Bekasi yang tidak merata. Dia melihat ada begitu banyak pusat perbelanjaan di Bekasi tetapi warga tak mampu membeli barang yang dijual di sana. 

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menilai bila Indonesia ingin menjadi negara maju maka tingkat kesejahteraan rakyat harus merata. Rakyat, kata Cak Imin, harus punya tabungan. 

"Jangan kayak orang Bekasi. Di sini mal nya banyak, megah-megah tapi cuma lihat sambil muter. Jalan-jalan ke mal muter-muter aja. Terus anaknya bilang 'cuma lihat-lihat dong, Bu.' Lha iyo, orang dompetnya kempes," ujar Cak Imin sambil tertawa saat berkunjung ke Bekasi dan dikutip dari media sosial pada Selasa (19/12/2023). 

Ia menambahkan sudah menjadi tugas pemerintah untuk memberi rakyat pekerjaan yang positif sehingga dompet mereka terisi. Selain itu, pelayanan kesehatan juga harus bisa dijangkau oleh publik. 

"BPJS harus dievaluasi supaya tidak sewenang-wenang dan antre. Bahkan, kalau perlu pelayanan yang sebaik-baiknya bisa diakses dengan harga murah," tutur pria yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. 

1. Pernyataan Cak Imin dianggap blunder di media sosial

Calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar ketika berdialog dengan buruh di Tambun, Bekasi. (IDN Times/Santi Dewi)

Namun, pernyataan Cak Imin dianggap menyinggung warga Bekasi. Sebagian dari mereka justru menilai kalimat pria yang menjabat Wakil Ketua DPR itu bisa menimbulkan blunder. Bahkan, warganet di media sosial menduga pernyataan Cak Imin mudah dipelintir oleh lawan-lawan politiknya. 

"Lebih baik Cak Imin irit bicara, seperlunya, suka blunder gini," demikian cuitan salah satu warganet di platform X dan dikutip pada hari ini. 

"Hati-hati, Cak. Banyak yang menunggu ucapanmu," kata warganet. 

Di sisi lain, banyak juga yang menilai kalimat Cak Imin sesuai realita yang ada di Bekasi. Meski banyak mal mewah tetapi tak semuanya ramai dikunjungi. 

"Setiap kritikan itu harus dilihat esensinya. Intinya lebih penting urusi warga yang dompetnya kembang-kempis daripada memperbanyak mall," ujar warganet. 

"Kayaknya Cak Imin udah survei mall yang ada di Bekasi, megah tapi sepi. Kalau rame yang datang cuma sekedar cuci mata," kata warganet. 

2. Cak Imin dengar curhatan tukang becak yang tak ikut menikmati jalan tol

Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 1, Muhaimin Iskandar. (IDN Times/Imam Faishal)

Di forum itu, Cak Imin juga mengkritik pembangunan jalan tol yang tidak dinikmati oleh semua pihak. Salah satu pihak yang mengeluhkan hal itu, kata Cak Imin, adalah tukang becak. Dia mengaku sempat bertemu tukang becak yang mengeluh tak bisa ikut menikmati jalan tol. 

"Kemarin saya ketemu tukang becak dan dia bilang saya bayar pajak, lha pajaknya digunakan untuk membangun jalan tol. Lha, kok saya gak bisa menikmati (jalan) tol," ujarnya. 

Baginya, manfaat pembangunan infrastruktur harus dapat dinikmati secara merata oleh semua pihak. Bukan hanya segelintir orang yang menikmati. 

3. Keluhan Cak Imin dibalas Ridwan Kamil

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil temui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta (dok. IDN Times/Istimewa)

Sementara, pernyataan Cak Imin itu direspons langsung oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ridwan Kamil. Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, pembangunan jalan tol tidak sepenuhnya berdampak negatif.

Justru dengan adanya jalan tol bisa mempermudah pengiriman komoditas pangan ke berbagai daerah. Dengan begitu, biaya konsumsi tidak akan terlalu tinggi karena biaya ongkos yang mahal. 

"Jalan tol, kiriman sembako lebih cepat dan sampai tujuan-harga lebih murah. Makan di warteg mang becak juga lebih terjangkau," ujar Kang Emil seperti dikutip dari akun media sosialnya pada hari ini. 

Poin kedua, jalan tol juga disebut mantan Gubernur Jawa Barat itu bisa memudahkan tukang becak untuk mudik ke kampung halaman. Memang ia tidak bisa menggunakan becak untuk mudik. Tetapi, ia bisa memanfaatkan jasa transportasi umum seperti bus.

"Mang becak mudik, naik bus, lewat tol 2 jam ketimbang jalur normal 7 jam. Mang becak lebih bahagia," kata dia. 

Sementara poin ketiga, kata Kang Emil, jalan tol bisa memudahkan aktivitas ekonomi masyarakat. "Ribuan kegiatan ekonomi lainnya yg jadi lebih cepat, membuat ekstra waktu untuk membuat lebih banyak berkegiatan. Pertumbuhan ekonomi meningkat,” tutur Kang Emil lagi. 

Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article