Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kembangkan Game Lokal, Ekraf Gandeng Siswa SMK Uji Prototype BoardGame

4 min read
Kembangkan Game Lokal, Ekraf Gandeng Siswa SMK Uji Prototype BoardGame
Ekokraf gelar Workshop dan Playtesting Prototype Board Game di Tempat Kumpul Kreatif bersama siswa SMK, di Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Umi Jari Widayah)
  • Kementerian Ekraf menggelar workshop dan playtesting prototype board game Creator Camp 2025 bersama siswa sejumlah SMK Jakarta di Tempat Kumpul Kreatif, Jakarta Utara.

  • Kegiatan ini mengajak peserta memberi umpan balik sekaligus mempelajari tahapan pembuatan board game, dari ideasi dan proses berpikir hingga penyusunan prototype.

  • Creator Camp 2025 menghimpun 800 pendaftar, menyeleksi 330 peserta di 11 kota, dan menjadi fondasi persiapan Creator Camp Advance 2026 untuk mengembangkan produk lokal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menggelar Workshop dan Playtesting Prototype Board Game, dalam rangka mendukung penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui pengembangan talenta dan produk kreatif.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan uji main terhadap board game atau papan permainan hasil dari Creator Camp 2025, sebagai persiapan kegiatan Creator Camp Advance 2026, sekaligus melaksanakan aktivasi creative hub.

Puluhan peserta yang hadir yang berasal dari beberapa SMK di Jakarta, seperti SMK Negeri 1 Hang Tuah, SMK Cyber Media, dan SMK Sejahtera. Workshop ini dilaksanakan di Tempat Kumpul Kreatif, Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026).

  1. 1. Pemberdayaan dan pembelajaran proses kreatif untuk membuat board game lokal

    Kembangkan Game Lokal, Ekraf Gandeng Siswa SMK Uji Prototype BoardGame
    Direktur gim, Ekokraf Luat Sihombing dalam Workshop dan Playtesting Prototype Board Game di Tempat Kumpul Kreatif, Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Umi Jari Widayah)

    Dalam kesempatan tersebut, Direktur Gim, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Luat Sihombing menyampaikan, kegiatan ini untuk menguji prototype board game buatan tahun lalu, memberikan umpan balik terhadap produk, serta berbagi proses kreasi mulai dari ide, proses berpikir, hingga pembuatan prototype.

    "Game yang dimainkan itu adalah prototype yang dibuat di tahun lalu. Nah, mudah-mudahan selain memberi feedback terhadap produk, teman-teman juga jadi belajar prosesnya mulai dari ideation-nya kayak apa, terus proses thinking-nya kayak apa, sampai akhirnya dibuatin sebuah prototype," ujar dia.

    Luat berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menambah ilmu pengetahuan, dan siswa mampu menerapkannya secara langsung dalam proses kreatif siswa.

    "Jadi dari situ kami harap bahwa nanti teman-teman pun pulang ke sekolah, pulang ke rumah, ada ilmu yang didapatkan sehingga bisa diaplikasikan dalam kehidupan kreatif teman-teman," ujarnya.

  2. 2. Ekosistem dan potensi industri board game

    Mahawira Singh Dillon memandu workshop dan playtesting prototipe board game di Tempat Kumpul Kreatif, Jakarta Utara.
    Ketua Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) Mahawira Singh Dillon Workshop dan Playtesting Prototype Board Game di Tempat Kumpul Kreatif, Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Umi Jari Widayah)

    Industri board game kini mulai memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Di Indonesia sendiri, terdapat wadah yang menaungi profesi, seperti game designer, publisher, dan kreator lainnya untuk mendukung ekosistem ini, yakni Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua APIBGI Mahawira Singh Dillon menyatakan, board game dapat dijadikan sebagai sarana interaksi sosial yang lebih bermakna, hingga bisa menciptakan ruang ketiga, setelah rumah, tempat kerja, atau sekolah. Ia ingin ketika masyarakat bertemu tidak hanya sekadar duduk dan mengobrol biasa, hadirnya permainan papan permainan dapat membuat interaksi dan relasi menjadi lebih bermakna.

    "Harapannya ini bisa jadi third space gitu ya, tempat di luar selain rumah dan sekolah atau tempat kerja di mana kita bisa nongkrong, di mana kita bisa bermain. Dan semakin banyaknya tempat-tempat yang ada board game-nya juga. Jadi kita bisa berelasi, bukan cuma ngobrol juga, tapi main board game," ujarnya.

  3. 3. Proses pengembangan board game sederhana dan cocok untuk tahap latihan desain permainan

    Kembangkan Game Lokal, Ekraf Gandeng Siswa SMK Uji Prototype BoardGame
    Ketua Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) Mahawira Singh Dillon Workshop dan Playtesting Prototype Board Game di Tempat Kumpul Kreatif, Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Umi Jari Widayah)

    Wira juga menyebut, proses pembuatan dan pengembangan board game lebih sederhana, lantaran tidak memerlukan programming atau pemodelan 3D yang kompleks. Sehingga, kata dia, pengembangan board game cocok untuk tahap latihan desain.

    "Karena board game siklusnya bisa jadi atau sedikit lebih sederhana. Karena kita tidak perlu melihat harus bikin 3D, harus programming," ucapnya.

  4. 4. Keunggulan board game yang sulit digantikan game digital

    Kembangkan Game Lokal, Ekraf Gandeng Siswa SMK Uji Prototype BoardGame
    Ekokraf gelar Workshop dan Playtesting Prototype Board Game di Tempat Kumpul Kreatif bersama siswa SMK, di Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Umi Jari Widayah)

    Meskipun saat ini game digital lebih potensial di pasar nasional maupun internasional, Wira menyebut, board game memiliki keunggulan yang belum tentu dapat ditawarkan seluruh permainan digital.

    Board game memiliki keunggulan pada interaksi fisik dan tactile feel, sensasi memegang, serta memanipulasi komponen secara langsung, yang sulit digantikan secara utuh oleh media digital.

    "Dan tentunya digital game sebagai sebuah media juga memungkinkan beberapa hal yang tidak bisa dibuat di board game. Tapi sebaliknya, di board game itu memungkinkan beberapa hal yang kalau di digital game masih sulit. Misalnya interaksi fisiknya, walau sekarang sudah mulai ada virtual reality simulator segala macam. Tapi tetap saja ada beberapa hal soal tactile feel, perasaan memegang sesuatu secara langsung yang belum bisa tersampaikan kalau di digital," jelasnya.

    Di samping itu, ia mengatakan dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi sarana melatih kemampuan desain board game pada dasarnya merupakan latihan awal yang sangat berguna untuk merancang digital game.

  5. 5. Optimisme dan persiapan Creator Camp Advance 2026

    Kembangkan Game Lokal, Ekraf Gandeng Siswa SMK Uji Prototype BoardGame
    Ekokraf gelar Workshop dan Playtesting Prototype Board Game di Tempat Kumpul Kreatif bersama siswa SMK, di Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Umi Jari Widayah)

    Kemenparekraf berkomitmen mendukung talenta-talenta muda untuk mengembangkan produk permainan lokal, salah satunya melalui Creator Camp.

    Creator Camp 2025 merupakan wadah pertama dan lahir berkat dukungan Kementerian Ekraf. Tidak kurang dari 800 orang dari kalangan profesional dan mahasiswa mendaftarkan diri pada program ini, dan diseleksi menjadi 330 peserta yang tersebar di 11 kota. Sebanyak 10 perancang terbaik dipilih lewat proses penjurian ketat oleh tujuh publisher dan perancang board game tingkat nasional.

    Acara pada hari ini merupakan bagian dari kelanjutan proses Creator Camp 2025, untuk terus mendorong penyempurnaan karya para pesertanya. Hal ini selaras dengan tujuan mengembangkan produktivitas karya-karya lokal asli buatan anak bangsa Indonesia.

    "Dan selama ini orang-orang yang biasanya main board game dari ketersediaannya board game yang mereka dapatkan, kan tidak lepas dari buatan orang-orang luar negeri, belum Indonesia, gitu. Harapannya hal seperti ini buat kita lebih dekat dengan mereka, sekaligus memperkenalkan produk-produk lokal," pungkas Wira.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More