Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenag Tegaskan Murid Madrasah Tak Cukup Hanya Cerdas, Harus Ada Ini
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Pendis Kemenag), Amien Suyitno, hadir dalam Pelaksanaan MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) 2026 di MAN 19 Jakarta dan MTsN 43 Jakarta, Kamis (16/7/2026) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Dirjen Pendis Kemenag Amien Suyitno menegaskan murid madrasah harus memiliki enam bekal utama, tidak hanya kecerdasan, tetapi juga kesabaran, hormat pada guru, dan ketekunan belajar.
  • Suyitno mengingatkan bahwa proses menuntut ilmu penuh tantangan dan keberhasilan hanya bisa diraih melalui perjuangan, konsistensi, serta semangat belajar yang berkelanjutan.
  • Ia menekankan pentingnya menciptakan madrasah yang aman, nyaman, dan inklusif agar seluruh siswa dapat belajar tanpa kekerasan fisik maupun psikis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Pendis Kemenag), Amien Suyitno, hadir dalam Pelaksanaan MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) 2026 di MAN 19 Jakarta dan MTsN 43 Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Dalam acara tersebut, Suyitno berpesan, murid madrasah tidak hanya cukup memiliki kecerdasan. Mengutip kitab Ta'limul Muta'allim, Suyitno menyebut seorang siswa harus memiliki enam bekal, yakni kecerdasan (dzaka'), kesabaran (shabr), dukungan atau bekal (bulghah), menghormati dan mengikuti bimbingan guru (irsyadul ustadz), kemauan yang kuat (hirsh), serta kesediaan menjalani proses dalam waktu yang panjang (thuluz zaman).

"Kalian telah lolos seleksi masuk MAN 19 Jakarta. Itu menunjukkan kalian memiliki modal intelektual yang baik. Namun, kecerdasan harus terus diasah melalui belajar yang sungguh-sungguh," ujar Suyitno.

1. Menutut ilmu tidak lepas dari tantangan

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Pendis Kemenag), Amien Suyitno, hadir dalam Pelaksanaan MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) 2026 di MAN 19 Jakarta dan MTsN 43 Jakarta, Kamis (16/7/2026) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Suyitno mengatakan, seseorang yang sedang menuntut ilmu tidak lepas dari tantangan. Oleh karena itu, perlu ada perjuangan yang harus dilalui dalam menjalani proses pembelajaran.

"Keberhasilan tidak diperoleh secara instan. Semua membutuhkan ketekunan dan konsistensi," ucap dia.

2. Ilmu tidak akan berkah bila tak hormati guru

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Pendis Kemenag), Amien Suyitno, hadir dalam Pelaksanaan MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) 2026 di MAN 19 Jakarta dan MTsN 43 Jakarta, Kamis (16/7/2026) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan itu, Suyitno berpesan kepada seluruh siswa untuk senantiasa menghormati guru. Sebab, ilmu tidak akan berkah bila tak hormati guru.

"Ilmu tidak akan menjadi berkah apabila kita tidak menghormati guru. Hormatilah guru, dengarkan nasihatnya, dan jadikan mereka teladan dalam menuntut ilmu maupun dalam kehidupan sehari-hari," kata dia.

3. Madrasah harus aman dan nyaman

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Pendis Kemenag), Amien Suyitno, hadir dalam Pelaksanaan MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) 2026 di MAN 19 Jakarta dan MTsN 43 Jakarta, Kamis (16/7/2026) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Lebih lanjut, Suyitno menyampaikan, madrasah harus menjadi lembaga pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Sehingga, proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik.

"Madrasah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman. Bukan hanya ruang kelas dan proses belajarnya, tetapi juga seluruh lingkungan serta ruang publik pendukungnya. Karena itu kami ingin memastikan seluruh ekosistem madrasah dibangun secara inklusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun kekerasan seksual," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article