#NW Lithuania Sebut Rusia Berencana Provokasi Infrastruktur NATO

- Presiden Lithuania Gitanas Nauseda menyebut Rusia berencana memprovokasi Polandia dan negara Baltik dengan menyerang infrastruktur penting NATO, berdasarkan informasi dari intelijen nasional.
- Kremlin menolak tuduhan tersebut dan menilai pernyataan Lithuania sebagai propaganda yang justru mempercepat militerisasi di kawasan Baltik.
- Pemerintahan baru Lithuania di bawah PM Mindaugas Sinkevičius tetap mempertahankan kebijakan pro-NATO serta mendukung kehadiran pasukan Amerika Serikat di wilayahnya.
Jakarta, IDN Times - Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda, pada Rabu (15/7/2026), mengatakan bahwa Rusia berencana memprovokasi Polandia dan negara-negara Baltik. Menurutnya, Rusia mempersiapkan provokasi ke infrastruktur penting di negara anggota NATO.
Sebelumnya, Lithuania sudah mengumumkan rencana mencabut larangan penempatan senjata nuklir. Rencana ini sebagai tanggapan buruknya situasi keamanan di kawasan Baltik imbas ancaman Rusia.
1. Nauseda sebut Rusia berniat menguji NATO

Nauseda mengatakan, provokasi Rusia ini adalah wujud dari upaya untuk menguji pertahanan NATO. Ia mengaku, menerima informasi tersebut dari badan intelijen Lithuania terkait dugaan rencana Rusia.
“Ya, saya tidak dapat menampik bahwa kami memiliki informasi dan ini mengkhawatirkan operasi kinetik, bukan dalam skala besar. Namun, operasi kinetik ini kemungkinan besar akan diarahkan ke infrastruktur penting,” terangnya, dikutip dari LRT, Rabu (15/7/2026).
Ia menyebut, otoritas Lithuania akan mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk kemungkinan serangan. Vilnius akan meningkatkan penjagaan di infrastruktur penting.
2. Rusia tolak tudingan Lithuania

Menanggapi tuduhan itu, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa pernyataan tersebut didesain untuk mencuci otak warga Lithuania. Menurutnya, tindakan itu justru berbuntut pada militerisasi lanjutan di negara-negara Baltik.
Dilansir TVP World, Moskow sudah berulang kali menampik tuduhan dari negara-negara Baltik dan NATO. Rusia menyebut bahwa pernyataan tersebut sebagai bentuk kampanye propaganda anti-Rusia.
3. Lithuania dipimpin koalisi pemerintahan baru

Pada Selasa (14/7/2026), Lithuania resmi digantikan oleh pemerintahan baru yang dipimpin oleh Partai Sosial Demokrat. Kursi jabatan Inga Ruginiene resmi digantikan oleh Perdana Menteri (PM) Lithuania yang baru, Mindaugas Sinkevičius.
Kepemimpinan Lithuania baru ini menunjukkan tidak ada perubahan besar pada kebijakan luar negaranya. Namun, Lithuania akan terus mempertahankan dukungan kuat kepada NATO dan menginginkan penempatan tentara Amerika Serikat (AS) di negaranya.





















