“Dada saya sakit. Saya harus melakukan sesuatu. Itu adalah alasan mengapa saya menelepon Anda,” jelas Tuberville menceritakan kata-kata terakhir Graham, seperti dilansir Fox News pada Selasa (14/7/2026). Tuberville menjelaskan, setelah itu, Graham meminta dirinya untuk memanggil polisi dan percakapan telepon pun langsung berakhir.
Kata-kata Terakhir Lindsey Graham Sebelum Wafat: Dada Saya Sakit

- Lindsey Graham, Senator Carolina Selatan dan pendukung Donald Trump, wafat mendadak di usia 71 tahun setelah mengeluh sakit dada hebat usai kunjungan kerja ke Ukraina.
- Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Graham meninggal akibat robekan pada pembuluh darah Aorta yang menyebabkan nyeri dada parah dan kematian mendadak.
- Posisi Graham sebagai Senator digantikan sementara oleh adik perempuannya, Darline Graham, yang berjanji melanjutkan perjuangan politik sang kakak di Carolina Selatan.
Jakarta, IDN Times - Senator Amerika Serikat (AS), Tommy Tuberville, membagikan kata-kata terakhir mendiang Senator Carolina Selatan sekaligus pendukung setia Donald Trump, Lindsey Graham, sebelum dirinya wafat pada pekan lalu. Tuberville pada mengatakan, sebelum meninggal, Graham sempat menelepon dirinya. Dalam kesempatan tersebut, Graham mengeluh bahwa dirinya sedang mengalami sakit dada yang hebat.
1. Graham mendadak wafat usai kunjungan kerja ke Ukraina

Graham sendiri wafat di usia 71 tahun pada Sabtu (11/7/2026) pekan lalu. Kepergian Graham mengejutkan banyak pihak, termasuk Presiden Trump. Sebab, Graham meninggal dunia secara mendadak. Padahal, ia baru tiba di AS pada Jumat (10/7/2026) usai kunjungan kerja ke Kyiv, Ukraina, untuk bertemu Presiden Volodymyr Zelenskyy.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa Graham adalah “Patriot sejati AS”. Julukan ini diberikan Trump berkat dedikasinya kepada AS. Oleh karena itu, Graham akan dirindukan oleh semua warga di Negeri Paman Sam.
“Dia (Lindsey Graham) orang yang tangguh dalam banyak hal. Jika dia ingin mendapatkan sesuatu, jika dia merasa benar dan ada orang yang menentangnya, dia bisa sangat tangguh. Namun, dia orang yang baik." kata Trump dalam wawancara bersama NBC News pada Minggu (12/7/2026) dikutip BBC.
2. Graham wafat karena robekan di pembuluh darah jantung

Awalnya, tidak ada yang tahu apa sebab wafatnya Graham. Bahkan, dokter pun menyebut Graham wafat karena penyakit yang datang tiba-tiba. Namun, usai dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter akhirnya menemukan bahwa Graham meninggal dunia karena robekan di pembuluh darah Aorta.
Pembuluh darah Aorta sendiri merupakan salah satu pembuluh darah utama yang ada di jantung. Fungsinya adalah untuk mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Menurut dokter, robekan di pembuluh darah Aorta inilah yang akhirnya membuat Graham mengalami sakit dada hebat hingga wafat secara mendadak.
Tuberville mengatakan, robekan pada pembuluh darah Aorta ini disebabkan Graham bekerja terlalu keras. Hal inilah yang akhirnya membuat Graham terlalu letih sehingga tubuhnya tidak bisa berkompromi lagi. Terlebih, usianya juga sudah tidak muda. "Lindsey pada dasarnya bekerja sampai mati," kata Tuberville.
3. Posisi Graham sudah digantikan oleh adik perempuannya

Saat ini, posisi Graham sebagai Senator di Carolina Selatan resmi digantikan oleh adik kandung perempuannya, Darline Graham. Dilansir The Guardian, Darline akan menggantikan sang kayak sebagai Senator untuk sementara waktu.
Darline ditunjuk untuk menggantikan Graham oleh Gubernur Carolina Selatan, Henry McMaster. Darline juga sudah dilantik di gedung kongres AS, Gedung Kapitol, pada Selasa kemarin.
“Saya berjanji akan bekerja keras selama beberapa bulan ke depan untuk mendukung presiden dan melanjutkan upaya saudara saya atas nama warga Carolina Selatan dan Amerika Serikat. Saya pikir inilah yang diinginkan Lindsey (Graham) dan saya berencana untuk menghormatinya dengan cara ini,” ujar Darline pada acara pelantikannya.





















