Mensos: Anak Pahlawan Sayuti Melik Dirawat di Sentra STPL Bekasi

- Kemensos mengevakuasi Heru Baskoro, anak Pahlawan Nasional Sayuti Melik, ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi untuk mendapatkan bantuan residensial serta rehabilitasi medis dan sosial.
- Heru dan istrinya, Treyzia, sebelumnya tinggal di Kanada selama 21 tahun namun kini kesulitan finansial akibat gangguan penglihatan yang dialami Heru dan biaya pengobatan yang tinggi.
- Gus Ipul menekankan pentingnya data akurat agar bantuan sosial tepat sasaran, sementara Kemensos melakukan verifikasi kebutuhan dasar dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan lanjutan.
Jakarta, IDN Times ā Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan Kemensos sudah mengevakuasi Heru Baskoro (84), anak penulis naskah proklamasi sekaligus Pahlawan Nasional Sayuti Melik ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat. Heru akan mendapatkan bantuan residensial, rehabilitasi medis, dan sosial.
"Langsung kita kirim tim ke sana dan sekarang sudah kita bawa ke sentra milik Kemensos di Bekasi. Ya tentu akan direhabilitasi. Ada rehabilitasi medis, ada rehabilitasi yang lain yang mungkin dibutuhkan sesuai hasil asesmennya," kata Gus Ipul, Kamis (16/7/2026).
1. Siapkan hunian sementara di sentra

Berdasarkan data yang dihimpun, Heru dan istrinya, Treyzia selama kurang lebih 21 tahun hidup dan menetap di Kanada dengan status permanent resident. Namun, kehidupan keduanya berubah setelah Heru mengalami gangguan penglihatan. Biaya pengobatan menghabiskan sebagian besar tabungan Heru dan Treyzia, sehingga saat ini keduanya mengalami kesulitan finansial.
Gus Ipul menjelaskan, pihaknya akan melakukan asesmen lanjutan untuk mengetahui jenis bantuan yang dibutuhkan oleh keluarga pahlawan nasional Republik Indonesia tersebut sesuai dengan program yang dimiliki Kemensos. Saat ini, Heru dan Treyzia diberikan tempat tinggal sementara di STPL Bekasi.
"Kita siapkan untuk hunian sementara di sentra kita. Sambil juga tentu ada pemeriksaan medis dan lain sebagainya. Kemudian kita lakukan pendampingan dan kedepan seperti apa, tentu ini masih membutuhkan waktu," jelasnya.
2. Data akurat afra bantuan telat sasaran

Gus Ipul menegaskan, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya data akurat mengenai masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial. Ia pun mendorong pemerintah daerah agar terlibat aktif dalam pemutakhiran data.
"Ini kembali lagi menyangkut data. Maka itulah, data menjadi sangat penting. Dan satu tahun lebih ini, atas arahan Bapak Presiden Prabowo, kita melakukan konsolidasi data," ungkapnya.
3. Kemensos tetap lakukan verifikasi

Sehubungan dengan hal ini Kemensos telah melakukan identifikasi kebutuhan dasar serta kondisi kesehatan Heru dan Treyzia. Koordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dan sumber-sumber dukungan masyarakat sedang diupayakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar keduanya selama proses penanganan kasus ini.
Selain itu, Kemensos juga akan melakukan penelusuran dan verifikasi terhadap kondisi keluarga, dokumen pendukung, kepemilikan aset, serta informasi lain yang diperlukan sebagai dasar penetapan intervensi sosial yang tepat.





















