Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KemenHAM Minta Warga Tak Terprovokasi Bentrok Matraman
Suasana pascabentrok di sekitar Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (27/7/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • KemenHAM meminta warga tidak terprovokasi pascabentrok antar kelompok di Menteng yang menimbulkan korban jiwa, serta mempercayakan pengusutan kepada kepolisian secara profesional dan menjunjung HAM.
  • KemenHAM berkoordinasi dengan pihak di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah konflik meluas, termasuk tindakan yang bertentangan dengan hukum serta hak asasi manusia.
  • Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi atau narasi bernuansa suku dan etnis, demi menjaga persatuan, keharmonisan sosial, serta situasi Jakarta yang kondusif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi menyusul bentrok antar kelompok di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, yang menimbulkan korban jiwa. KemenHAM juga meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus itu kepada kepolisian agar diproses secara profesional, transparan, akuntabel, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta memberikan kepercayaan penuh kepada kepolisian dalam mengusut tuntas peristiwa ini. Mari kita jaga keamanan, kedamaian, dan persatuan dengan tetap menghormati hukum serta nilai-nilai hak asasi manusia," ujar Kepala Kantor Wilayah KemenHAM DKI Jakarta, Mikael Azedo Harwito, dalam keterangannya, dikutip Rabu (29/7/2026).

1. KemenHAM koordinasi cegah konflik meluas

Suasana pascabentrok di sekitar Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (27/7/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

KemenHAM menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di sekitar lokasi kejadian. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mencegah tindakan yang bertentangan dengan hukum dan hak asasi manusia.

2. Warga diminta tak percaya informasi yang belum terverifikasi

Ilustrasi hoaks. IDN Times/Sukma Shakti

KemenHAM mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Publik juga diminta tidak membangun maupun menyebarkan narasi yang mengaitkan bentrokan dengan kelompok suku atau etnis tertentu karena berpotensi memperbesar konflik dan mengganggu keharmonisan sosial.

3. KemenHAM ajak masyarakat jaga persatuan

Suasana pascabentrok di sekitar Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (27/7/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

KemenHAM berharap seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persatuan, saling menghormati, dan mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, serta kondusif. Lembaga itu juga berharap kepercayaan terhadap proses hukum yang berjalan dapat menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Jakarta.

Curated For You

Editorial Team

Related Article