Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui peningkatan kesiapsiagaan personel, pemantauan kondisi lapangan, serta operasi pemadaman darat dan udara di sejumlah wilayah rawan. Penguatan langkah pengendalian dilakukan seiring dengan dinamika perkembangan titik panas (hotspot) yang masih terpantau di beberapa wilayah Indonesia. Pemerintah terus melakukan pemantauan secara intensif dan memastikan setiap indikasi kebakaran dapat segera diverifikasi serta ditangani bersama oleh seluruh unsur terkait.
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan, Kamis (1/10) pukul 21.10 WIB, terdeteksi sebanyak 582 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) berdasarkan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pemantauan sebelumnya pada Rabu (30/9) yang mencatat sebanyak 521 titik panas.
