Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan tiga temuan terkait kasus kematian dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Yuli Farianti mengatakan, temuan pertama yakni soal prosedur pemberian serum anti bisa ular (SABU). Menurutnya, tidak semua pasien dengan gigitan ular harus diberikan SABU.
"Karena nanti justru apabila tidak perlu indikasi SABU tapi diberikan. Maka nanti akan justru membahayakan keselamatan pasien," kata Yuli, dalam jumpa pers secara daring, Jumat (3/7/2026).
