Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenkes Sebut Tak Semua Kopdes Merah Putih Punya Klinik dan Apotek
Petani membawa pupuk UREA usai membelinya di Koperasi Merah Putih Desa Bentangan, Klaten. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Kemenkes menegaskan tidak semua Koperasi Desa Merah Putih akan memiliki klinik atau apotek, karena penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan masing-masing koperasi.
  • Kemenkes bersama Kementerian Koperasi tengah menyusun standar penyelenggaraan klinik dan apotek di Kopdes agar pelaksanaannya memiliki pedoman yang jelas dan seragam di seluruh wilayah.
  • Pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur Apotek Desa di 103 titik sebagai bagian dari program integrasi layanan kesehatan dalam Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat ketahanan kesehatan lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 Juli 2025

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan rencana memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa dalam rapat finalisasi persiapan peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Gedung Kemenko Bidang Pangan, Jakarta.

Tahun 2025

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dijalankan sebagai implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 untuk mempercepat pembentukan koperasi dan memperkuat swasembada pangan serta kesehatan.

6 Juli 2026

Kemenkes menjelaskan bahwa tidak semua koperasi desa akan memiliki klinik atau apotek. Aji Muhawarman menegaskan layanan kesehatan di kopdes bersifat profit dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga menyebut penyusunan standar bersama Kementerian Koperasi masih berlangsung, serta pembangunan infrastruktur apotek desa dilakukan pada 103 titik mockup di berbagai wilayah Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa rencana pendirian klinik di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak akan diterapkan di seluruh koperasi, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing daerah.
  • Who?
    Kementerian Kesehatan melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman, bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin serta Kementerian Koperasi yang terlibat dalam penyusunan standar layanan.
  • Where?
    Program ini dijalankan secara nasional di berbagai wilayah Indonesia dengan pembangunan infrastruktur apotek desa pada 103 titik mockup serta koordinasi dilakukan di Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Senin, 6 Juli 2026, sementara rapat finalisasi program berlangsung pada 15 Juli 2025 sebagai bagian dari persiapan peresmian KDMP.
  • Why?
    Langkah ini bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan lokal sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Merah Putih.
  • How?
    Kemenkes mengintegrasikan sekitar 54 ribu fasilitas kesehatan ke dalam ekosistem koperasi desa, menyusun standar bersama Kemenkop, dan membangun infrastruktur apotek desa secara bertahap sesuai kemampuan tiap koperasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah mau bikin banyak klinik dan apotek di koperasi desa biar orang desa bisa berobat lebih dekat. Tapi katanya nggak semua koperasi punya klinik, tergantung butuhnya. Kemenkes sama Kementerian Koperasi lagi bikin aturan bareng. Sekarang mereka juga bangun apotek di 103 tempat di Indonesia supaya cepat jadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pendekatan Kementerian Kesehatan dalam mengintegrasikan layanan kesehatan ke dalam Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan langkah terukur dan adaptif. Dengan menyesuaikan keberadaan klinik serta apotek desa pada kebutuhan masyarakat dan kemampuan koperasi, program ini berpotensi menghadirkan layanan yang relevan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal melalui unit usaha kesehatan yang dikelola secara profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesKementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan rencana kehadiran klinik di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak akan diterapkan di seluruh koperasi. Keberadaan klinik maupun apotek desa akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan masing-masing koperasi.

Dalam program tersebut, Kemenkes mengintegrasikan sekitar 54 ribu fasilitas layanan kesehatan (faskes), termasuk klinik dan puskesmas, ke dalam ekosistem Koperasi Desa Merah Putih.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan, Aji mengatakan, bentuk layanan kesehatan di kopdes dapat berupa praktik mandiri dokter maupun klinik pratama. Namun, pelaksanaannya tidak bersifat wajib untuk seluruh koperasi.

"Klinik kopdes ini bentuknya bisa berupa praktik mandiri dokter atau klinik pratama sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan kopdes-nya. Dengan demikian, tidak semua kopdes akan ada klinik dan/atau apotek desa," ujar Aji kepada IDN Times, Senin (6/7/2026).

1. Klinik bersifat profit

Koperasi Merah Putih Desa Bentangan, Klaten. (IDN Times/Larasati Rey)

Aji mengatakan, klinik yang berada di koperasi desa merupakan bagian dari unit usaha koperasi yang bersifat profit.

"Klinik desa di koperasi desa (kopdes) adalah bagian dari usaha kopdes yang bersifat profit," kata dia.

2. Kemenkes susun standar bersama Kemenkop

Poliklinik di Kemhan yang tetap buka meski penerapan WFH di hari Jumat. (IDN Times/Santi Dewi)

Menurut Aji, Kemenkes saat ini terlibat dalam penyusunan standar penyelenggaraan klinik dan apotek di Kopdes bersama Kementerian Koperasi. Penyusunan aturan tersebut masih terus berproses.

"Kemenkes dilibatkan dalam penyusunan standar yang saat ini masih berproses bersama Kementerian Koperasi," kata dia.

3. Infrastruktur apotek desa di 103 titik

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Rabu (24/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Sebagai informasi, klinik dan apotek desa menjadi bagian dari integrasi layanan dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program tersebut merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai upaya memperkuat swasembada pangan dan kesehatan.

Melalui skema tersebut, pemerintah berharap layanan kesehatan dapat lebih dekat dengan masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat lokal.

Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama sejumlah mitra juga tengah mempercepat pembangunan infrastruktur apotek desa pada 103 titik mockup di berbagai wilayah Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, pemerintah akan terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah desa terkait pelaksanaan program tersebut.

"Jadi ini nanti akan kami intensifkan komunikasi lagi dengan para kepala desa yang ada," ujar Budi dalam rapat finalisasi persiapan peresmian KDMP di Gedung Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, pada 15 Juli 2025.

Sebagai bagian dari integrasi itu, Kemenkes juga menghadirkan Klinik dan Apotek Desa yang menjadi bagian dari koperasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article