Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ketua OJK: Perdagangan Karbon Buka Peluang Investasi Global

Ketua OJK: Perdagangan Karbon Buka Peluang Investasi Global
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica (Dok. Kemenhut)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan perdagangan karbon kehutanan membuka peluang investasi global melalui pasar karbon sukarela yang diluncurkan bersama Kementerian Kehutanan.
  • OJK berkomitmen memperkuat ekosistem pembiayaan hijau agar perdagangan karbon berjalan kredibel, transparan, dan berintegritas demi meningkatkan daya saing sektor kehutanan Indonesia.
  • Sinergi antara Kementerian Kehutanan, OJK, dan berbagai lembaga menjadi fondasi penting membangun pasar karbon nasional yang menarik investor global serta menjaga keberlanjutan hutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menilai, perdagangan karbon kehutanan membuka peluang investasi global.

Hal itu diungkap Friderica dalam sambutannya di acara Persetujuan Menteri Kehutanan tentang penerbitan unit karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK), di Kemenhut, Senin (6/7/2026).

“Untuk Pak Menhut, ini merupakan satu wujud kerja cepat Bapak Menteri Kehutanan serta jajaran dalam merespons tantangan di sektor kehutanan, khususnya melalui pembukaan peluang investasi global melalui pasar karbon sukarela,” ujarnya.

1. Peluncuran perdagangan karbon kehutanan momen bersejarah

788B5900-3042-4660-A116-D77FD02E1303.jpeg
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Menurutnya, peluncuran skema perdagangan karbon menjadi bukti nyata sinergi antarlembaga dalam membuka peluang investasi hijau bagi Indonesia.

“Peluncuran perdagangan karbon kehutanan merupakan momen bersejarah yang menunjukkan bahwa berbagai agenda strategis dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Friderica.

2. OJK mendukung penguatan ekosistem pembiayaan hijau

3FC516E1-871E-4D40-A8A6-40309E7A9FF7.jpeg
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Dok. Kemenhut)

Menurut Friderica, terbukanya pasar karbon sukarela menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing sektor kehutanan di tingkat global.

Karena itu, OJK mendukung penguatan ekosistem pembiayaan hijau agar perdagangan karbon dapat berkembang secara kredibel, transparan, dan berintegritas.

“Saya sangat berbahagia dan bergembira menjadi bagian dari satu momen bersejarah pada hari ini. Ini menjadi satu bukti bahwa di negara ini tidak ada sesuatu yang tidak mungkin asal semua lembaga mau bersinergi dan berkolaborasi, tentu dengan leadership kepemimpinan yang kuat dari Bapak Presiden dan juga dari menteri beserta semua pihak,” kata Friderica.

3. Sinergi antar lembaga fondasi dalam membangun pasar karbon

432CC4B3-A56D-459D-8761-811060B800CE.jpeg
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo (dok. Kemenhut)

Peluncuran perdagangan karbon kehutanan melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK) ini menandai dimulainya implementasi perdagangan karbon pada proyek-proyek yang telah siap diperdagangkan.

“Sinergi antara Kementerian Kehutanan, OJK, kementerian dan lembaga terkait, serta pelaku usaha menjadi fondasi penting dalam membangun pasar karbon Indonesia yang mampu menarik minat investor global sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan menjaga keberlanjutan hutan Indonesia,” ujar Dewi.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More