Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenkes Usut Kasus Dokter PPDS Unsrat Diduga Akhiri Hidup Akibat Bullying
Kemenkes menyampaikan duka atas berpulangnya Dokter PPDS Andrian Rantung. (Instagram.com/Kemenkes_ri)
  • Seorang dokter PPDS Anestesiologi Unsrat, dr. Adrian Rantung, meninggal dunia diduga akibat perundungan selama menjalani pendidikan di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.
  • Kemenkes melalui Dirjen Kesehatan Lanjutan menghentikan sementara kegiatan pembelajaran PPDS Anestesiologi di RSUP Kandou dan melibatkan aparat penegak hukum untuk penyelidikan.
  • RSUP Kandou bersama Fakultas Kedokteran Unsrat melakukan investigasi internal terpadu, dan program akan dihentikan sampai proses penyelidikan dugaan perundungan selesai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2010

Kementerian Kesehatan Indonesia meluncurkan hotline pencegahan bunuh diri untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis kesehatan jiwa.

2014

Hotline pencegahan bunuh diri milik Kemenkes ditutup karena rendahnya jumlah penelepon dan minimnya konsultasi yang dilakukan.

2025

Menteri Kesehatan menerbitkan Instruksi Nomor HK.02.01/MENKES/589/2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Perundungan terhadap Peserta Didik pada Rumah Sakit Pendidikan.

6 Juli 2026

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado menetapkan keputusan penghentian sementara kegiatan pembelajaran PPDS Anestesiologi untuk mendukung investigasi dugaan perundungan terhadap peserta didik.

(6/7/2026)

Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran PPDS Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dihentikan sementara dan penyelidikan dilakukan bersama aparat penegak hukum.

kini

Kegiatan pembelajaran PPDS Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado masih dihentikan sementara sambil menunggu hasil penyelidikan dugaan perundungan, dan Kemenkes menyiagakan layanan konseling kesehatan jiwa di lima rumah sakit jiwa rujukan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Universitas Sam Ratulangi, dr. Adrian Rantung, meninggal dunia diduga akibat perundungan selama menjalani pendidikan di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.
  • Who?
    Korban adalah dr. Adrian Rantung, peserta PPDS Anestesiologi Unsrat. Kementerian Kesehatan RI dan pihak RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado kini melakukan penyelidikan bersama Fakultas Kedokteran Unsrat.
  • Where?
    Kejadian terkait berlangsung di lingkungan pendidikan kedokteran RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Sulawesi Utara, yang menjadi rumah sakit pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
  • When?
    Kementerian Kesehatan mengonfirmasi penghentian sementara kegiatan pembelajaran pada Senin, 6 Juli 2026, setelah kabar kematian dr. Adrian dan dugaan perundungan mencuat di media sosial.
  • Why?
    Tindakan penghentian sementara dilakukan untuk mendukung proses investigasi atas dugaan perundungan terhadap peserta PPDS serta memastikan penanganan sesuai instruksi Menteri Kesehatan tentang pencegahan kekerasan di rumah sakit pendidikan.
  • How?
    Pembelajaran PPDS Anestesiologi dihentikan berdasarkan keputusan Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Nomor HK.02.03/D.XV/3421/2026 sambil menunggu hasil penyelidikan internal terpadu antara rumah sakit dan Fakultas Kedokteran Unsrat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dokter muda namanya dokter Adrian. Dia belajar jadi dokter ahli di Manado. Katanya dia sedih karena dibully lalu meninggal. Sekarang tempat dia belajar berhenti dulu supaya orang besar bisa periksa apa yang terjadi. Kemenkes juga bilang orang yang sedih harus cari bantuan ke rumah sakit atau psikolog biar tidak sendirian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tindakan cepat Kementerian Kesehatan dan RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dalam menghentikan sementara kegiatan pembelajaran serta melakukan investigasi terpadu menunjukkan komitmen serius terhadap pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran. Langkah ini juga memperlihatkan kepedulian institusi terhadap kesehatan mental peserta didik, sekaligus membuka ruang evaluasi demi terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan suportif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Dunia kedokteran kembali berduka. Seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dr. Adrian Rantung meninggal dunia diduga akibat perundungan saat menjalani program dokter spesialis di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Berdasarkan informasi yang beredar di berbagai media sosial, Adrian mengakhiri hidupnya akibat mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan selama menjalani pendidikan.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, mengatakan, kegiatan pembelajaran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dihentikan sementara untuk proses penyelidikan.

"Iya, ini sudah menjadi perhatian kami. Kami sudah minta disetop dan dilakukan penyelidikan dengan melibatkan aparat penegak hukum)," kata Azhar saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026)

1. RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado hentikan pembelajaran PPDS anestesiologi

Prosesi pemakaman dr. Adrian Rantung PPDS Anestesi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dilangsungkan di kampung halamannya di Sulawesi Utara. (Instagram.com/soalunsrat)

Sementara itu, RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado,menghentikan sementara kegiatan pembelajaran PPDS Anestesiologi karena adanya dugaan perundungan tersebut.

Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Nomor HK.02.03/D.XV/3421/2026 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Pembelajaran Program Studi Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado yang ditetapkan pada 6 Juli 2026.

2. RS lakukan investigasi

Prosesi pemakaman dr. Adrian Rantung PPDS Anestesi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dilangsungkan di kampung halamannya di Sulawesi Utara. (Instagram.com/soalunsrat)

Dalam bagian pertimbangan keputusan disebutkan, penghentian sementara dilakukan karena adanya dugaan perundungan terhadap salah satu peserta PPDS Anestesiologi.

Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk mendukung proses investigasi internal yang dilakukan secara terpadu antara RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

"Untuk melakukan investigasi secara internal dan terpadu antara RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat)," demikian bunyi pertimbangan dalam keputusan tersebut.

3. Penghentian program sampai penyelidikan selesai

Ilustrasi nakes (ANTARA FOTO)

Dalam diktum keputusan, Direktur Utama menetapkan penghentian sementara kegiatan pembelajaran Program Studi Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado hingga penanganan dugaan perundungan selesai.

Keputusan tersebut juga merujuk pada Instruksi Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/589/2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Perundungan terhadap Peserta Didik pada Rumah Sakit Pendidikan di Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Saat ini, tidak ada layanan hotline atau sambungan telepon khusus untuk pencegahan bunuh diri di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia pernah meluncurkan hotline pencegahan bunuh diri pada 2010. Namun, hotline itu ditutup pada 2014 karena rendahnya jumlah penelepon dari tahun ke tahun, serta minimnya penelepon yang benar-benar melakukan konsultasi kesehatan jiwa.

Walau begitu, Kemenkes menyarankan warga yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565

RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025

RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841

RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601

RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444

Selain itu, terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article