ilustrasi perfilman (freepik.com/ freepik)
Penguatan regulasi perfilman juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih kompetitif. Hal ini dilakukan melalui sejumlah langkah strategis, seperti penyederhanaan perizinan, penguatan data dan pembiayaan, serta adaptasi terhadap digitalisasi industri.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar pengembangan industri perfilman dapat berjalan dari hulu hingga hilir secara terintegrasi. Dengan begitu, daya saing film nasional di tingkat global diharapkan semakin meningkat.
Dalam rapat koordinasi tersebut, seluruh pemangku kepentingan sepakat untuk memperkuat sinergi dalam penyusunan materi kebudayaan dan ekonomi kreatif. Pembahasan teknis juga akan terus dilanjutkan guna menghasilkan regulasi yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan.
Kemenko PMK menegaskan akan terus mengawal proses koordinasi lintas sektor agar revisi Undang-Undang Perfilman dapat menjadi instrumen kebijakan yang mendorong kemajuan kebudayaan sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi kreatif bagi pembangunan nasional.