Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kementerian HAM Pecahkan Rekor Dunia, Pigai: Menterinya Berprestasi Dunia dong?
Konferensi Pers Menteri Hak Asasi Manusia terkait isu HAM aktual
  • Menteri HAM Natalius Pigai menolak survei yang menempatkan kinerjanya terbawah hampir dua tahun, dengan menyebut penilaiannya tidak berkualitas dan memiliki kepentingan tertentu.
  • Pigai mengklaim Kementerian HAM meraih Guinness World Records untuk pendidikan dan penyuluhan HAM terbesar di dunia, mengungguli rekor sebelumnya yang dipegang Ekuador.
  • Ia juga menyoroti Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB untuk pertama kali, serta menuding lembaga survei disponsori pihak yang ingin menjatuhkan namanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
selama hampir dua tahun menjabat

Kinerja Natalius Pigai dalam sejumlah survei ditempatkan di urutan paling bawah.

24 Agustus 2026

Pigai menanggapi hasil survei dalam konferensi pers di Jakarta. Ia mengklaim Indonesia memecahkan rekor Guinness World Records untuk pendidikan dan penyuluhan HAM terbesar serta menjadi Presiden Dewan HAM PBB, lalu menuding lembaga survei tidak kredibel dan disponsori pihak berkepentingan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Menteri HAM Natalius Pigai menanggapi survei yang menempatkan kinerjanya di urutan bawah, sambil mengklaim pencapaian Guinness World Records bidang pendidikan HAM dan posisi Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB.
  • Who?
    Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Kementerian HAM, lembaga-lembaga survei yang dinilai Pigai, serta Indonesia dalam Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa terlibat dalam pernyataan tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Gedung Kementerian HAM, Jakarta.
  • When?
    Natalius Pigai menyampaikan tanggapan itu dalam konferensi pers pada Senin, 24 Agustus 2026, setelah hampir dua tahun menjabat menurut pernyataannya.
  • Why?
    Pigai merespons penilaian survei yang berulang kali menempatkannya paling bawah. Ia menilai lembaga survei tersebut tidak berkualitas dan menuduh ada sponsor yang berkepentingan menjatuhkan namanya.
  • How?
    Dalam konferensi pers, Pigai membandingkan hasil survei dengan klaim rekor dunia pendidikan dan penyuluhan HAM yang mengalahkan Ekuador, serta pencapaian Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menteri HAM Natalius Pigai bilang survei yang menaruh dia paling bawah itu tidak bagus. Ia berkata Indonesia dapat rekor dunia untuk pendidikan HAM paling besar, mengalahkan Ekuador. Ia juga senang Indonesia jadi Presiden Dewan HAM PBB. Pigai bilang ada orang yang membayar survei supaya namanya jelek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah perdebatan mengenai survei, klaim Kementerian HAM tentang pengakuan Guinness World Records atas pendidikan dan penyuluhan HAM terbesar menempatkan isu HAM dalam sorotan yang luas. Bersamaan dengan posisi Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB untuk pertama kalinya, capaian yang disampaikan Pigai menonjolkan ambisi keterlibatan Indonesia di panggung multilateral.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengatakan, Kementerian HAM berhasil meraih penghargaan dari Guinness World Records dalam bidang pendidikan HAM dan Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut dia, kinerjanya telah terbukti secara internasional setelah Indonesia memecahkan rekor dunia tersebut tentang pendidikan dan penyuluhan HAM terbesar.

Hal itu juga, kata dia, sekaligus membantah sejumlah hasil survei yang menempatkan kinerjanya selalu di urutan paling bawah selama hampir dua tahun menjabat. Menurut dia, hasil penilaian dari lembaga survei tersebut tidak berkualitas dan ada kepentingan tertentu dibalik penilaian tersebut.

1. Pecahkan rekor dunia terkait pendidikan HAM terbesar

Konferensi Pers Menteri Hak Asasi Manusia terkait isu HAM aktual. (IDN Times/Cantika Lutfiah)

Pigai mengatakan, pencapaian kementeriannya tersebut mampu mengalahkan rekor negara Ekuador. Menurut dia, pendidikan dan penyuluhan HAM di Indonesia adalah yang terbesar di dunia dengan diberikannya penghargaan tersebut.

“Kami pecahkan rekor dunia di bidang pendidikan hak asasi manusia terbesar di dunia dan rekor yang kami terima adalah oleh Guinness World Record. Jadi rekor dunia kami kalahkan negara Ekuador. Jadi pendidikan dan penyuluhan di seluruh dunia, kami terbesar nomor satu dengan adanya pemberian penghargaan internasional ini. Berarti menterinya berprestasi dunia dong, ya gak? Bukan survei-survei yang paling terakhir,” kata dia dalam konferensi pers di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, pada Senin (24/8/2026).

2. Pigai pamerkan pencapaian Indonesia menjadi Dewan HAM PBB

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selain rekor dunia, Pigai memamerkan keberhasilan Indonesia yang untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil menjadi Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dia menilai posisi tersebut sebagai bentuk pencapaian kepemimpinan multilateral tertinggi setelah Sekjen PBB.

“Indonesia pertama kali dalam sejarah 80 tahun Republik Indonesia Merdeka, Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ini juga keberhasilan Kementerian HAM,” ujar dia.

3. Pigai tuding lembaga survei abal-abal dan disponsori

Menteri HAM Natalius Pigai di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Pigai pun mempertanyakan kredibilitas lembaga survei yang terus-menerus menempatkannya di posisi terbawah. Menurut dia, ada pihak sponsor di belakang lembaga survei yang sengaja ingin menjatuhkan namanya agar kepentingan mereka tidak terhalang.

“Kalau tingkat dunia saya sudah menang begini, kenapa saya paling buruk? Buruk menurut sponsornya supaya nama saya jatuh di dalam survei-survei. Saya selama ini diam-diam aja. Karena yang survei itu, ada sponsornya di belakang. Mereka titip, Menteri HAM dibikin terakhir aja. Supaya kepentingan mereka bisa lolos. Kalau saya kan kepentingannya tidak bisa lolos, tidak bisa tembus,” ucap Pigai.

Curated For You

Editorial Team

Related Article