Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perkuat Cegah Karhutla, Mendagri Soroti Peran Pemda hingga Tingkat Desa

Perkuat Cegah Karhutla, Mendagri Soroti Peran Pemda hingga Tingkat Desa
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat dalam Rapat Satgas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan di Posko Utama Satgas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan, Kota Palembang, Senin (24/8/2026)(Dok. Kemendagri)
  • Mendagri Tito Karnavian menekankan keterlibatan pemda hingga desa untuk mencegah titik api baru saat kemarau panjang.
  • Pencegahan karhutla melibatkan Kepolisian dan TNI melalui pemahaman kepada masyarakat serta pendekatan hukum tegas.
  • Presiden Prabowo meminta aparat membantu petani membuka lahan melalui pemerintah daerah dan pembiayaan KUR.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pelibatan desa penting untuk mencegah karhutla?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya peran pemerintah daerah (Pemda) dalam memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan jajaran hingga tingkat desa. Langkah tersebut perlu dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang.

Penjelasan itu disampaikan Tito dalam Rapat Satgas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan di Posko Utama Satgas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan, Kota Palembang, Senin (24/8/2026).

  1. 1. Memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk pihak yang kerap disuruh melakukan pembakaran

    IMG-20260817-WA0009.jpg
    Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Gempa Wilayah NTT yang berlangsung secara hybrid dari Ruang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026)(Dok. Kemendagri)

    Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Forum itu berlangsung, setelah Mendagri juga mengikuti Rapat Internal Karhutla bersama Presiden Prabowo Subianto di Posko Aju, Kota Pekanbaru, Riau.

    Selain Pemda, kata Tito, upaya pencegahan juga perlu melibatkan jajaran Kepolisian dan TNI yang memiliki jajaran teritorial hingga tingkat desa. Upaya pencegahan itu dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk pihak yang kerap disuruh melakukan pembakaran.

    "Nah, ini dikumpulkan, di-move sedikit, di-bluffing, supaya mereka mentaati, kalau enggak, akan dilakukan pendekatan hukum yang tegas. Kami kira demikian," ujarnya.

  2. 2. Penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman titik api yang sudah muncul

    IMG_2681.jpeg
    Damkar padamkan karhutla di Kubu Raya. (IDN Times/Adpim).

    Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman titik api yang sudah muncul. Namun, langkah ini harus diiringi dengan upaya pencegahan agar tidak terjadi kebakaran baru.

    "Ini sambil yang 1.900 hektare dikeroyok rame-rame untuk dipadamkan, paralel dengan itu karena ini seperti kami sampaikan di Pekanbaru tadi, kemarau yang cukup lumayan panjang, Pak, jadi jangan sampai terjadi pembakaran baru," kata Tito di hadapan Presiden.

  3. 3. Prabowo perintahkan aparat bantu petani buka lahan pakai KUR

    Presiden Prabowo Subianto rapat penanggulangan karhutla di Sumatra Selatan (Youtube.com/Sekretariat Presidn)
    Presiden Prabowo Subianto rapat penanggulangan karhutla di Sumatra Selatan (Youtube.com/Sekretariat Presidn)

    Adapun, Prabowo juga sempat memimpin rapat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Senin (24/8/2026). Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo memerintahkan TNI dan Polri agar mencegah terjadinya karhutla.

    "Kemudian semua aparat mencegah kalau ada oknum atau manusia yang sengaja membakar untuk alasan apapun. Kasih penjelasan, edukasi ke semua unsur di semua desa, beri penjelasan bahwa membakar lahan adalah dilarang keras," ujar Prabowo.

    Prabowo mengatakan, apabila petani membutuhkan lahan, agar melapor kepada pemerintah daerah, dan pemerintah akan membantu.

    "Kalau mereka butuh untuk buka lahan, mereka laporan ke kepala desa, camat, bupati, nanti pemerintah yang akan bantu mereka," ucap dia.

    Selain itu, Presiden Prabowo juga meminta kepada TNI dan Polri untuk membantu petani, apabila ada yang ingin membuka lahan, sehingga mereka tidak melakukan pembakaran lahan.

    "TNI dan Polri akan membantu pemerintah daerah membantu rakyat. Diorganisir per kelompok tani, diorganisir, nanti biayanya bisa melalui KUR," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More