Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema mengakui ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) akan digelar di Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Pelatih ekskul itu merupakan tentara yang bertugas di kodim dan koramil.
Ekskul baru ini diluncurkan kali pertama pada Rabu, 23 September 2026 di SMKN 26, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Aktivitas tambahan di sekolah itu merupakan tindak lanjut dari Keputusan Mendikdasmen RI nomor 136 tahun 2026 mengenai pedoman pelaksanaan pembinaan kesadaran bela negara melalui ekstrakurikuler KKRI.
"Iya, prajurit (yang turun) ke sekolah-sekolah. Mereka yang bertugas di koramil hingga kodim (ikut turun)," ungkap Gabriel ketika dikonfirmasi pada Kamis (24/9/2026).
Bahkan, akan ada aktivitas fisik yang akan diterapkan dalam ekskul KKRI, salah satunya baris berbaris. Selain itu, di dalam ekskul tersebut, pihak sekolah menyiapkan delapan kelas yang bisa dipilih.
"Jadi, akan diajarkan pembelajaran terkait karakter hingga kepemimpinan. Dia akan cepat menemukan psikologisnya. Dia sudah tahu IQ-nya berapa sehingga bisa dengan cepat menenukan kelas mana," tutur dia.
Restu peluncuran ekskul KKRI merupakan kolaborasi bersama antara Kemhan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama. Sebab, KKRI juga akan dikenalkan di Madrasah Aliyah.
