Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan membenarkan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih wajib mengikuti pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (Komcad) yang sudah dimulai sejak Selasa, 16 Juni 2026. Pelatihan bakal berlangsung selama 30 hari yang digelar di 67 satuan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Program ini merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, semangat bela negara dan etos kerja yang kuat bagi para calon pengelola (manajer)," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait kepada IDN Times melalui pesan pendek, Kamis (18/6/2026).
Jenderal bintang satu itu menjelaskan materi yang diberikan selama latsar militer fokus pada implementasi nilai-nilai bela negara, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama tim, dan pembentukan mental tangguh dengan prinsip tanggap, tanggon, dan trengginas.
"Peserta juga akan mendapatkan pelatihan manajerial dan kompetensi bidang yang disusun bersama kementerian teknis terkait," tutur dia.
Keterlibatan TNI dalam pengurusan Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih sudah menjadi sorotan publik sejak lama. Banyak yang mempertanyakan mengapa TNI ikut campur dalam pengurusan hal-hal yang berada di luar tupoksinya. Selain, mengurus latihan militer dasar, TNI ikut terlibat dalam pemberian tes mental ideologi dan tes kesehatan.
