Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemhan Lanjutkan Seleksi Calon Manajer Kopdes dengan Tes Kesehatan

Kemhan Lanjutkan Seleksi Calon Manajer Kopdes dengan Tes Kesehatan
Ribuan anak muda yang mengikuti tes tertulis mental ideologi di Kodam V/Brawijaya untuk seleksi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Kemhan melanjutkan seleksi calon manajer Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih dengan tes kesehatan di puluhan rumah sakit TNI, Polri, dan pemerintah di seluruh Indonesia.
  • Direktur De Jure menilai keterlibatan TNI dalam pengelolaan koperasi tidak profesional dan mencerminkan praktik remiliterisasi di ranah sipil yang seharusnya dihindari.
  • Peserta yang lolos seleksi akan menjadi pegawai BUMN di bawah BP BUMN, bekerja pada PT Agrinas Pangan Nusantara atau PT Agrinas Jaladri Nusantara sesuai bidangnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan selain tes tulis mental ideologi, TNI ikut terlibat dalam proses pemeriksaan kesehatan calon manajer Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Tes kesehatan dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, baik milik TNI, kepolisian maupun pemerintah.

"Jumlah fasilitas rumah sakit yang digunakan mencapai puluhan dan berlokasi di seluruh Indonesia," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada IDN Times melalui pesan pendek, Jumat (22/5/2026).

Pemeriksaan kesehatan berlangsung pada 21 hingga 31 Mei 2026. Namun, pemeriksaan kesehatan tidak dapat dilakukan ketika libur Idul Adha. Sebelumnya, pada Rabu, 20 Mei 2026, sebanyak 101.158 anak muda mengikuti tes tertulis mental ideologi untuk menjadi manajer. Tes tersebut dilakukan secara serentak di 40 titik di seluruh Indonesia.

Rico terlihat mendampingi Sekretaris Jenderal Kemhan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo pada Rabu ketika melakukan tes tulis mental ideologi di Gelora Bung Tomo, Jawa Timur. Pelaksanaan tes di Jatim dipusatkan di Kodam V/Brawijaya. Jenderal bintang satu itu mengatakan di Surabaya, pemeriksaan kesehatan dilakukan di dua rumah sakit.

"Pertama, di rumah sakit utama Rumkit tingkat III Brawijaya, Surabaya dengan kapasitas 700 peserta per hari. Kedua, di RS Pusat Angkatan Laut (RSPAL) tingkat I dr. Ramelan Surabaya dengan kapasitas 550 peserta per hari," tutur dia.

1. Beberapa rumah sakit digandeng untuk memeriksa 101.158 peserta

Kemhan Lanjutkan Seleksi Calon Manajer Kopdes dengan Tes Kesehatan
Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait ketika berada di Sulawesi Utara. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Lebih lanjut, Rico menjelaskan, pola yang digunakan untuk pemeriksaan peserta yakni memanfaatkan beberapa rumah sakit secara simultan di tiap wilayah panitia seleksi integratif tingkat daerah (Paselinda). Ini dilakukan agar proses pemeriksaan kesehatan dapat berjalan cepat, efektif, dan tetap menjaga kualitas pemeriksaan terhadap 101.158 peserta yang mengikuti tahapan seleksi lanjutan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Sementara, pada seleksi tes tulis mental ideologi, para peserta hadir mengenakan pakaian kemeja putih dan bawahan hitam. Mereka terlihat membawa papan sebagai alas untuk menulis dan map berwarna jingga.

Dalam satu dokumentasi yang dibagikan Kemhan, terpampang halaman depan seleksi tertulis yang diisi peserta. Seleksi tertulis itu berisi pertanyaan terbuka dan membutuhkan uraian panjang. Tanda 'rahasia' juga tertulis di bagian atas dokumen yang berisi soal-soal itu.

Di halaman depan setidaknya ada enam pertanyaan terbuka, mulai dari riwayat hidup, keluarga, dan organisasi yang pernah diikuti selama di perguruan tinggi, hingga permasalahan yang pernah dialami. Sedangkan pertanyaan kedua, berisi pandangan peserta terhadap aksi unjuk rasa mahasiswa yang marak terjadi akhir-akhir ini.

Direktur Democratic Judicial Reform (De Jure), Bhatara Ibnu Reza, mengatakan pertanyaan-pertanyaan tersebut bagian dari upaya TNI melakukan penggalian profil terhadap peserta seleksi manajer Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

"Iya, pertanyaan itu memang profiling. Kemudian mereka (TNI) coba mengetahui apakah calon pegawai tunduk atau tidak, atau istilahnya mereka punya satu visi yang sama gak dengan pemberi kerja. Sehingga para peserta akan dinilai apakah masih bisa di bawah kontrol mereka," ujar Bhatara kepada IDN Times melalui telepon, Jumat (22/5/2026).

2. TNI dianggap tidak profesional ikut cawe-cawe pengelolaan koperasi

Kemhan Lanjutkan Seleksi Calon Manajer Kopdes dengan Tes Kesehatan
Ribuan anak muda yang mengikuti tes tertulis mental ideologi di Kodam V/Brawijaya untuk seleksi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Lebih lanjut, Bhatara mempertanyakan alasan TNI ikut terlibat pengelolaan Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Sebab, tidak pernah ada preseden di negara manapun militer ikut dalam pengelolaan manajemen koperasi. Maka, kata dia, praktik ini adalah contoh lain TNI cawe-cawe di ranah sipil.

"Mana ada angkatan bersenjata di dunia ini ikut ngurusin koperasi? Kan ini adalah praktik dari apa yang disebut remiliterisasi dalam kehidupan sosial politik Indonesia. Makanya, semua (keterlibatan TNI di berbagai bidang) berlangsung massif," kata pengajar hukum Universitas Trisakti itu.

Padahal, kata Bhatara, sesuai undang-undang, tugas utama TNI adalah mengurus isu pertahanan dari ancaman luar Indonesia. "Dengan melibatkan TNI dalam seleksi manajer Koperasi Merah Putih, menjadikan tentara kita tidak profesional. Kita kembali ke era Orde Baru, di mana tentara bisa masuk ke ruang-ruang sipil di mana saja," tutur dia.

Bhatara pun mewanti-wanti, berdasarkan contoh nyata yang ada, tidak pernah ada satu pun negara yang pemerintahannya berhasil di bidang sosial, politik hingga ekonomi, bila dipimpin tentara.

3. Kemhan sebut manajer yang terpilih akan jadi pegawai BUMN

Kemhan Lanjutkan Seleksi Calon Manajer Kopdes dengan Tes Kesehatan
Kantor pusat Kementerian BUMN (IDN Times/VadhiaLidyana)

Ketika ditanya seandainya lolos menjadi manajer, apakah peserta akan berstatus sebagai pegawai di bawah Badan Pengaturan (BP) BUMN, Rico Sirait membenarkan.

"Mereka akan menjadi pegawai BUMN di bawah BP BUMN," kata dia.

Penjelasan serupa juga pernah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Peserta yang terpilih menjadi manajer Koperasi Desa Merah Putih, berstatus sebagai pegawai PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), yang mengelola proyek ini selama tahap piloting selama dua tahun.

Kemudian, untuk pengelola Kampung Nelayan Merah Putih akan menjadi pegawai PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero).

"Sama, semuanya itu perjanjian kerja waktu tertentu," ujar Zulkifli di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026.

Pemerintah, kata Zulkifli, membuka 35 ribu lowongan kerja untuk posisi manajer Koperasi Desa Merah Putih; dan 5.476 lowongan sebagai pegawai Kampung Nelayan Merah Putih.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More