Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemnaker Bangun BLK Disabilitas, Ini Fasilitas Pelatihannya

3 min read
Kemnaker Bangun BLK Disabilitas, Ini Fasilitas Pelatihannya
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Kemnaker membangun BLK khusus penyandang disabilitas di BPKK Bekasi untuk meningkatkan keterampilan peserta agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

  • Gedung dua lantai ini dilengkapi ramp, lift, guiding block, toilet khusus, serta fasilitas praktik seperti laboratorium barista, galeri karya, dan ruang latihan wawancara.

  • Program mencakup keterampilan digital berbasis AI, terapi sensori, konseling karier, dan fasilitas inklusif; Kemnaker mengharapkan perusahaan membuka peluang kerja bagi lulusan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah membangun Balai Latihan Kerja (BLK) khusus penyandang disabilitas di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas ini disiapkan untuk meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pelatihan perlu disesuaikan dengan kemampuan setiap individu dan kebutuhan dunia usaha. Menurutnya, pembekalan keterampilan menjadi salah satu upaya untuk memperluas kesempatan penyandang disabilitas memasuki pasar kerja.

“Kami sadar teman-teman disabilitas tidak bisa langsung diserap begitu saja oleh perusahaan. Mereka harus dibekali keterampilan yang memadai,” kata Yassierli, dikutip dari siaran pers Kemnaker, Senin (12/10/2026).

Berikut sejumlah fasilitas dan program pelatihan yang disiapkan Kemnaker untuk mendukung kesiapan kerja penyandang disabilitas.

  1. 1. Gedung pelatihan dilengkapi fasilitas aksesibilitas

    Kemnaker Bangun BLK Disabilitas, Ini Fasilitas Pelatihannya
    ilustrasi akses prioritas untuk penyandang disabilitas (pexels.com/James Thomas)

    BLK khusus penyandang disabilitas ini dirancang dengan gedung dua lantai yang dilengkapi berbagai sarana aksesibilitas. Fasilitas tersebut meliputi jalur landai (ramp), lift, jalur pemandu (guiding block), dan toilet khusus penyandang disabilitas.

    “Kelengkapan ini diharapkan dapat membantu peserta beraktivitas secara mandiri selama mengikuti pelatihan,” ujar Yassierli.

  2. 2. Tersedia fasilitas pembelajaran berbasis praktik

    Kemnaker Bangun BLK Disabilitas, Ini Fasilitas Pelatihannya
    ilustrasi lingkungan kerja inklusif yang memberikan kesempatan setara kepada penyandang disabilitas (pexels.com/Ivan S)

    Kemnaker juga menyediakan fasilitas pembelajaran berbasis praktik agar peserta dapat mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

    Fasilitas tersebut meliputi Lobby KOS 3 in 1, layanan customer service berbasis biometrik, dan Public Café sebagai laboratorium pelatihan barista. Selain itu, peserta dapat memanfaatkan Exhibition & Sales Gallery untuk memamerkan hasil karya serta Public Speaking Lab untuk berlatih wawancara kerja.

  3. 3. Peserta dapat mengembangkan keterampilan digital

    Kemnaker Bangun BLK Disabilitas, Ini Fasilitas Pelatihannya
    ilustrasi penyandang disabilitas mengakses layanan dan melakukan pembayaran secara digital (pexels.com/Marcus Aurelius)

    Pelatihan di balai ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan pengembangan kecakapan digital. Guna mendukung program tersebut, Kemnaker menyiapkan Digital Skills Lab untuk pelatihan pemrograman berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Batik & Craft Studio, serta Laboratorium Terapi Sensori.

    “Ruang kelas dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan penyandang tunarungu, tunanetra, tunadaksa, maupun disabilitas intelektual,” lanjut Yassierli.

  4. 4. Tersedia layanan konseling psikologi karier

    Kemnaker Bangun BLK Disabilitas, Ini Fasilitas Pelatihannya
    ilustrasi psikologi (pexels.com/SHVETS production)

    Selain keterampilan teknis, kesiapan mental juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta memasuki dunia kerja. Karena itu, Kemnaker menyediakan layanan konseling psikologi karier untuk membantu peserta mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan profesional.

    Kawasan pelatihan juga dilengkapi Healing Garden, musala inklusif dengan fasilitas wudu adaptif, panduan Braille dan audio, serta Playground & Entertainment Zone. Berbagai fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang kebutuhan peserta selama mengikuti pelatihan.

    “Berbagai fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan peserta selama mengikuti kegiatan di balai,” lanjutnya.

    Yassierli berharap dunia usaha dan para pemangku kepentingan turut membuka kesempatan kerja bagi lulusan pelatihan. Menurutnya, keterlibatan perusahaan diperlukan agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal dan meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas di lingkungan profesional.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More