Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemnaker Siapkan 270 Ribu Tenaga Kerja Hadapi Industri Hijau

3 min read
Kemnaker Siapkan 270 Ribu Tenaga Kerja Hadapi Industri Hijau
Peringatan Hari Ozon Internasional di BBPVP, Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
Share Article

Bekasi, IDN Times - Perubahan menuju industri hijau membuka peluang baru bagi tenaga kerja Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan bagi 270 ribu orang agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, saat menghadiri peringatan Hari Ozon Internasional di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (16/9/2026).

Yassierli mengatakan, perubahan di sektor industri membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sekaligus wawasan lingkungan semakin penting. Menurutnya, perusahaan saat ini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan, mulai dari penggunaan energi hingga pengelolaan sampah dan limbah.

"Bagi Kemnaker, sangat sadar bahwa industri berubah Kesadaran akan pentingnya masalah-masalah lingkungan semakin meningkat, perusahaan mengembangkan pendekatan berbasis sustainability, perusahaan juga dituntut untuk tahu dengan green energinya dari mana, sampahnya dikelola seperti apa, kalau pertanian ekspor pupuknya dari mana energinya dari mana, sudah renewable atau belum dan seterusnya," kata Yassierli.

  1. 1. Transisi hijau buka peluang pekerjaan baru

    Kemnaker Siapkan 270 Ribu Tenaga Kerja Hadapi Industri Hijau
    Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli. (IDN Times/Imam Faishal)

    Yassierli mengatakan, perubahan menuju industri yang lebih ramah lingkungan memang menjadi tantangan bagi dunia ketenagakerjaan. Namun, kondisi tersebut juga menciptakan kebutuhan terhadap jenis pekerjaan baru.

    "Bagi kami transisi menuju kepada industri yang lebih green ini di satu sisi adalah tantangan, tapi di sisi yang lain adalah peluang untuk penciptaan lapangan kerja yang baru," jelasnya.

    Salah satu kompetensi yang menjadi perhatian pemerintah adalah tenaga kerja di bidang sistem pendingin dan tata udara atau Refrigeration and Air Conditioning (RAC). Yassierli menyebut kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) telah dilakukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di bidang tersebut.

    "Selama ini sudah terjadi kolaborasi yang luar biasa dengan Kemen LH terkait dengan kompetensi skill terkait dengan green, salah satunya ini kami berbicara terkait dengan apa yang disebut dengan reparasi terkait dengan RAC," kata dia.

    Menurut Yassierli, teknisi maupun operator RAC perlu memiliki keterampilan yang mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memahami aspek lingkungan.

    "Kehadiran teman-teman (teknisi) nanti ada pelatihan tersebar di sekian balai menjadi ujung tombak kita, ujung tombak negara dalam komitmen mengurangi terkait dengan risiko kerusakan ozon," ujarnya.

  2. 2. Sebanyak 270 ribu orang disiapkan mengikuti pelatihan

    Kemnaker Siapkan 270 Ribu Tenaga Kerja Hadapi Industri Hijau
    Peringatan Hari Ozon Internasional di BBPVP, Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

    Selain sektor RAC, Yassierli mengatakan, masih terdapat berbagai bidang lain yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam proses transisi hijau.

    Pengelolaan lingkungan, termasuk aktivitas pemilahan sampah, menjadi salah satu bidang yang dinilai dapat membuka kesempatan kerja baru.

    Karena itu, Kemnaker meminta para kepala balai memperbarui skema kompetensi yang tersedia, serta memastikan kesiapan instruktur di masing-masing balai. Pemerintah juga telah menyiapkan dukungan anggaran untuk program pelatihan tenaga kerja.

    "Alhamdulillah dari Pak Presiden, kita mendapatkan dana untuk pelatihan 270 ribu orang, nah ini bisa dioptimalkan. Total anggarannya Rp1,7 triliun ini harus kita optimalkan," katanya.

  3. 3. Menteri LH soroti perkembangan lapisan ozon

    Kemnaker Siapkan 270 Ribu Tenaga Kerja Hadapi Industri Hijau
    Menteri LH, Mohammad Jumhur Hidayat. (IDN Times/Imam Faishal)

    Sementara, Menteri LH, Mohammad Jumhur Hidayat, mengatakan peringatan Hari Ozon Internasional juga menjadi momentum untuk melihat perkembangan upaya internasional dalam menjaga lapisan ozon.

    Ia menyebut terdapat perkembangan positif terkait kondisi lubang ozon, yang disebut semakin mengecil.

    "Gerakan Hari Ozon ini yang paling sukses karena lubang ozon itu mengecil, ini bukti bahwa negara-negara semua patuh terhadap protokol internasional, baik Montreal maupun Kigali Amendemen," kata Jumhur.

    Jumhur menjelaskan, Kementerian LH saat ini berkolaborasi dengan Kemnaker untuk menyesuaikan kompetensi tenaga kerja yang berkaitan dengan sistem pendingin.

    Tenaga kerja yang sebelumnya terlatih menggunakan freon, akan diarahkan untuk mempelajari metode dan teknologi baru.

    Dalam kolaborasi tersebut, Kemnaker menyediakan tempat pelatihan, sedangkan Kementerian LH menyiapkan peralatan yang diperlukan.

    "Ya kalau ini berhasil insya Allah dapat menghasil tenaga kerja hijau atau tenaga kerja yang diingatkan untuk mengurangi emisi, kerusakan lingkungan," jelas Jumhur.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More