Jakarta, IDN Times - Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia mendesak percepatan elektrifikasi transportasi publik. Langkah ini menjadi solusi strategis menekan ketergantungan bahan bakar minyak (BBM) dan menahan krisis energi.
Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang, menegaskan transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) dan konsumsi energi fosil terbesar di Indonesia.
Hampir 90 persen konsumsi BBM sektor transportasi, setara 67,6 juta kiloliter per tahun, diserap oleh transportasi darat. Angka ini sejalan dengan sumbangan emisi GRK yang juga mendekati 90 persen.
"Kalau harga energi naik, bisa dibayangkan ini berapa kontribusinya ataupun cost yang kita keluarkan," kata Gonggomtua dalam pertemuan media termasuk bersama IDN Times, dikutip Selasa (8/9/2026)
