Jakarta, IDN Times - Nurlaela, pegiat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dari Magelang, Jawa Tengah, menyulap komoditas singkong menjadi pintu lahirnya perubahan, sehingga berhasil mengangkat derajat kesejahteraan banyak keluarga di desanya.
Nurlaela merupakan pegiat UMKM binaan Desa Emas Program kolaborasi Yayasan Indonesia Setara dan Inotek, yang diinisiasi mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
Berawal dari kegelisahan melihat hasil panen petani yang kerap tidak terserap pasar, dan hanya dihargai ratusan rupiah per kilogram, Nurlaela mencoba mencari jalan keluar.
Ia tidak ingin singkong yang melimpah di kampungnya terus dipandang sebelah mata. Dari dapur rumahnya yang sederhana, ia mulai bereksperimen mengolah singkong menjadi keripik presto. Inovasi tersebut berkembang menjadi produk unik, yakni nori berbahan daun singkong.
Daun singkong yang hanya dianggap limbah pertanian, kini memiliki nilai tambah. Produk tersebut perlahan menarik perhatian pasar dan membuka peluang usaha yang semakin luas.
"Saya bersyukur sekali, dapat pelatihan dari 0 sampai pelatihan ekspor, dari perbaikan kemasan, fotografi produknya jadi lebih bagus, desain kemasan dibuatkan yang baru, dan diberikan alat bantu produksi," kata Nurlaela, Jumat (19/6/2026).
