Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Haru dan Inspiratif, Ini Kisah Perjuangan Ibu Ila Bersama PNM Mekaar

Haru dan Inspiratif, Ini Kisah Perjuangan Ibu Ila Bersama PNM Mekaar
Ibu Ila, nasabah PNM Mekaar yang berusaha bangkit di tengah masa paling sulit. (dok. PNM)
Intinya Sih
5W1H
  • Ibu Ila menghadapi masa sulit saat pandemi ketika suaminya kehilangan pekerjaan, namun ia memilih bangkit dengan bergabung dalam program PNM Mekaar untuk memulai usaha menjahit dari rumah.
  • Melalui dukungan permodalan dan pendampingan PNM Mekaar, Ibu Ila berhasil membeli mesin jahit, belajar menerima pesanan, serta membangun kepercayaan pelanggan di lingkungannya.
  • Dari ketekunan dan semangatnya, Ibu Ila kini mampu membantu ekonomi keluarga, menyekolahkan anak, serta membuktikan bahwa pemberdayaan bisa dimulai dari langkah kecil yang dijalani dengan konsisten.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pada masa pandemik Covid-19, hidup Ibu Ila sempat berada pada titik yang tidak pernah ia bayangkan. Penghasilan keluarga terguncang setelah sang suami terkena pemutusan hubungan kerja, sementara kondisinya sedang hamil dan kebutuhan rumah tangga serta masa depan pendidikan anak tetap harus disiapkan. 

Di tengah keadaan yang serba terbatas, Ibu Ila tidak ingin terus terjebak dalam rasa pasrah. Ia mulai merajut kembali hidupnya melalui PNM Mekaar, dengan keberanian sederhana untuk membuka jalan baru bagi keluarganya, menjadi seorang penjahit.

1. Harapan baru dari mesin jahit

ilustrasi mesin jahit elektronik (istockphoto.com/Amorn Suriyan)
ilustrasi mesin jahit elektronik (istockphoto.com/Amorn Suriyan)

Kisah Ibu Ila menjadi potret perempuan prasejahtera yang berusaha bangkit di tengah masa paling sulit. Melalui PNM Mekaar, ia mendapatkan akses permodalan untuk membeli mesin jahit sebagai langkah awal membangun usaha dari rumah. 

Mesin jahit itu bukan sekadar alat kerja, tetapi menjadi harapan baru. Dari tangan yang terus belajar dan bekerja, Ibu Ila mulai menerima pesanan jahitan, memperbaiki pakaian, hingga perlahan membangun kepercayaan pelanggan di sekitarnya.

2. Tak menyerah pada keadaan

bdb3f90d-dbcd-42cd-a8c7-fe82d2159ec6.jpeg
ilustrasi gedung PNM (dok. PNM)

Ibu Ila bercerita bahwa dirinya tidak mau pasrah kepada keadaan. Ia pun bertekad untuk bangkit dan baginya, program PNM Mekaar menjadi jalan untuk mengubah keadaan.

“Saya tidak bisa hidup seperti ini terus, pasrah sama keadaan. Saya harus bangkit. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, karena program PNM Mekaar sangat bermanfaat bagi UMKM di Indonesia. Dari program ini, saya bisa menyekolahkan anak saya dan memiliki rumah yang layak,” ujar Ibu Ila. 

Kalimat itu lahir dari perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Ada masa ketika pesanan belum datang, pendapatan belum menentu, dan kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi. Namun, melalui pendampingan dan pertemuan kelompok Mekaar, Ibu Ila menemukan ruang untuk terus belajar, berusaha, dan percaya bahwa hidupnya bisa berubah.

3. Buah perjuangan yang berawal dari ketekunan

IMG-20260602-WA0012.jpg
Ibu Ila, nasabah PNM Mekaar yang berusaha bangkit di tengah masa paling sulit. (dok. PNM)

Kini, hasil dari perjuangan Ibu Ila mulai terasa. Dari usaha menjahit yang dirintis di masa sulit, ia mampu membantu perekonomian keluarga, menyekolahkan anak, dan membangun kehidupan yang lebih layak. 

Kisahnya menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari kesempatan kecil yang dijaga dengan ketekunan. Bagi Ibu Ila, bangkit bukan berarti melupakan masa sulit, melainkan menjadikannya alasan untuk terus melangkah demi keluarga dan masa depan yang lebih baik. (WEB)

Share Article
Topics
Editorial Team
Evan Yulian
EditorEvan Yulian

Related Articles

See More