Mobil Warga Kena Flare, TNI AU Siap Tanggung Semua Biaya Perbaikan

- Flare dari latihan udara TNI AU di Sabang merusak kaca mobil warga pada 13 Agustus 2026. TNI AU meminta maaf, menemui pemilik kendaraan, dan menanggung seluruh biaya perbaikan.
- Sebanyak 81 pesawat dari TNI, Polri, dan Basarnas dijadwalkan mengisi atraksi udara HUT ke-81 RI, termasuk debut Rafale dan Airbus A400M serta berbagai manuver penerbangan.
- Pemerintah menyediakan 8.900 tiket upacara HUT ke-81 RI di Istana Kepresidenan dalam dua gelombang. Tambahan 3.400 tiket dibagi untuk sesi pagi dan penurunan bendera.
Jakarta, IDN Times - Sebuah insiden terjadi ketika TNI Angkatan Udara (AU) melakukan latihan udara sebagai bagian dari rangkaian acara HUT ke-81 Indonesia pada Senin (17/8/2026). Saat jet tempur tengah melakukan manuver udara flare pada Kamis, 13 Agustus 2026, tiga benda berbentuk bulat dengan bekas terbakar ditemukan di sekitar mobil yang terparkir di sebuah hotel di Sabang. Benda tersebut merupakan flare dan mengenai kaca mobil berwarna merah hingga pecah.
Insiden itu terekam kamera amatir dan diunggah di media sosial, salah satunya Instagram @jkt.feed. Video tersebut telah meraih 1,1 juta views.
IDN Times mengonfirmasi insiden tersebut ke TNI AU, mereka membenarkannya. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.
"TNI AU menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang mengakibatkan kerusakan pada kaca kendaraan milik warga saat pelaksanaan gladi kotor demo udara dalam rangka HUT ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia," ungkap Nyoman di dalam keterangan pada Sabtu (15/8/2026).
Peristiwa itu langsung ditindak lanjuti dengan menemui langsung pemilik kendaraan untuk mendengarkan keterangan dan melihat kondisi kerusakan pada mobil korban. Dari sebuah video yang viral, pertemuan antara perwakilan TNI AU dengan korban terjadi di sebuah kafe.
1. TNI AU akan tanggung penuh seluruh biaya perbaikan kaca kendaraan

Perwakilan TNI Angkatan Udara (AU) yang menemui pemilik kendaraan yang rusak akibat terkena flare dari jet tempur saat latihan udara HUT ke-81 RI. (Dokumentasi TNI AU) Lebih lanjut, Nyoman dapat memahami rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh pemilik kendaraan akibat kejadian tersebut. Maka, TNI AU akan mengganti penuh biaya perbaikan kaca mobil yang rusak akibat terkena flare.
"Sebagai bentuk tanggung jawab, TNI AU akan menanggung seluruh biaya perbaikan kaca kendaraan yang mengalami kerusakan. Proses perbaikan akan diselesaikan secara langsung bersama pemilik kendaraan hingga kendaraan kembali dalam kondisi baik," kata perwira tinggi TNI AU itu.
2. Ada 81 pesawat akan hiasi langit Jakarta pada HUT ke-81 Indonesia

Helikopter milik TNI Angkatan Udara (AU) saat melakukan latihan gladi kotor atraksi demo udara di atas Monas. (Dokumentasi TNI AU) Sementara, pada HUT ke-81 Indonesia pada Senin mendatang, akan ada 81 pesawat yang memeriahkan atraksi udara. Di antara puluhan alutsista itu ada debut dari Rafale hingga Airbus A400 M yang ikut demo udara.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengungkapkan, pesawat-pesawat itu merupakan gabungan dari unsur TNI AU, TNI AD, TNI AL, Polri, hingga Basarnas. "Ada 81 pesawat," ujar Nyoman di dalam keterangan pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Dari dokumen yang dilihat setidaknya ada 10 mission flow yang akan dilakukan 17 Agustus. Tim-tim terbang akan melakukan atraksi sebelum upacara, setelah upacara dan bersamaan dengan lagu dan kesenian.
Sebelum upacara dimulai misalnya, penerjunan freefall akan menggunakan pesawat N295. Setelah upacara, Nusantara Flight bakal membawa Bendera Merah Putih Raksasa dengan Helikopter TNI.Ada pula Jupiter Aerobatic Team yang kan menampilkan manuver-manuver Low Speed Pass, Twin Break Off, Double Loop, Snake Loop, Clover Leaf dan Cascade, dilanjutkan dengan Bomb Burst dan High Speed Pass oleh pesawat-pesawat tempur TNI-AU. Selain, Pegasus Dynamic Show akan menutup atraksi dengan pesawat Helicopter Colibri TNI AU yang akan bermanuver di depan podium.
Dari data yang sama, secara rinci, berikut tipe pesawat tempur yang akan tampil dalam HUT ke-81 RI:
1.Helikopter Apache
2.Pesawat angkut Airbus A400M
3.Helikopter AW-169
4.Pesawat Boeing B737-200
5.Pesawat angkut militer CN-295
6.Pesawat latih EC-120
7.Pesawat latih EC-725
8.Jet tempur F-16
9.Pesawat latih Hawk
10.Pesawat latih KT-1B Woong Bee
11.Helikopter NAS-332 Super Puma
12.Helikopter Panther
13.Jet tempur Rafale
14.Jet tempur Sukhoi SU-27/30
15.Pesawat latih lanjut T-50i Golden Eagle
16.Helikopter AS365 Dauphin
17.UAV ANKA3. Pemerintah berikan 8.900 tiket menonton upacara HUT ke-81 di Istana

Pembawa baki bendera Merah Putih HUT ke-80 RI, Bianca Alessia Christabella Lantang dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) (IDN Times/Ilman Nafi'an) Pemerintah membagikan 8.900 tiket kepada masyarakat untuk bisa mengikuti upacara HUT ke-81 RI langsung di Istana Kepresidenan pada Senin mendatang. Ribuan tiket itu dibagikan di dalam dua gelombang.
Gelombang pertama ada 5.500 tiket yang dibagikan. Namun, lantaran antusiasme yang tinggi dari masyarakat, 3.400 tiket tambahan kembali diberikan pemerintah.
Masyarakat yang berminat bisa mendaftar lewat situs https://pandang.istanapresiden.go.id. Kuota tiket ini akan menempati blok tambahan di halaman depan Istana.
"Pendaftar di blok tambahan ini akan mengikuti upacara di halaman depan Istana Merdeka restricted view, namun tersedia layar LED. Mereka tetap mendapatkan fasilitas yang sama berupa suvenir resmi upacara dan jamuan snack," demikian yang tertulis di akun media sosial Kementerian Sekretaris Negara pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan, sebanyak 3.400 tiket akan dibagi dua sesi, yakni menonton detik-detik proklamsi kemerdekaan dan penurunan bendera Merah Putih pada sore hari. Warga bisa menyaksikan demo udara usai mengikuti upacara pengibaran bendera pada pagi hari.
"Nanti tentu akan kami bagi menjadi dua sesi, yaitu upacara pagi dan upacara penurunan bendera untuk menambah atau mengakomodir jumlah supaya jauh lebih banyak masyarakat dapat ikut hadir di Istana," kata Prasetyo di dalam keterangan pada Senin, 10 Agustus 2026.

















