Waspada, Gempa Susulan di NTT Bisa Berlangsung Berhari-hari

- BMKG mencatat sekitar 37 gempa susulan dalam dua jam setelah gempa Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
- Gempa susulan berpotensi berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu, tetapi kekuatannya diperkirakan terus meluruh dan mengecil; BMKG meminta warga tetap waspada tanpa panik.
- Gempa dipicu sesar naik Flores yang berpotensi hingga Magnitudo 7,8; peringatan dini tsunami telah diakhiri karena tidak terdeteksi gelombang membahayakan.
Jakarta, IDN Times - Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan aktivitas gempa susulan berpotensi terus terjadi setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik karena kekuatan gempa susulan diperkirakan akan terus melemah seiring waktu.
Dalam dua jam pertama setelah gempa utama, BMKG telah mencatat sekitar 37 gempa susulan. Menurut Wijayanto, jumlah tersebut masih merupakan data awal dan aktivitas gempa susulan berpotensi berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.
"Dengan gempa 7,7 tentunya nanti masih banyak sekali aktivitas gempa susulan itu bisa berlangsung berhari-hari bahkan nanti berminggu-minggu gitu ya," kata Wijayanto dalam konferensi pers daring, Sabtu (15/8/2026).
Wijayanto menegaskan, masyarakat tak harus terjebak dalam rasa khawatir dan takut dengan kondisi tersebut. Wijayanto memastikan BMKG akan terus memantau proses peluruhan gempa susulan dan menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat.
"Tapi tentunya nanti bukan berarti kita berminggu-minggu harus khawatir, harus takut. Tapi kita tetap waspada karena biasanya gempa susulan ini akan terus meluruh, mengecil. Nanti akan kami sampaikan update berikutnya kira-kira akan berapa lama peluruhan ini akan terjadi gitu ya,” kata Wijayanto.
Wijayanto menjelaskan, gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Flores atau Flores Back-Arc Thrust yang memiliki potensi hingga magnitudo 7,8. Wijayanto berharap gempa berkekuatan 7,7 yang telah terjadi merupakan kejadian terbesar sehingga aktivitas berikutnya akan terus menurun kekuatannya. BMKG juga memastikan peringatan dini tsunami telah resmi diakhiri setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi gelombang tsunami yang membahayakan.
"Tadi juga disampaikan, masyarakat tetap harus waspada karena susulan masih bisa berlangsung. Ini tadi sudah ada satu yang dirasakan sekitar 6,2, terbesar. Nanti mudah-mudahan kami terus monitor tetap akan makin mengecil gitu ya, kurang dari 7," kata Wijayanto.















