Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kisah Pierre Tendean, Ajudan Jenderal Nasution di Peristiwa G30S

4 min read
Kisah Pierre Tendean, Ajudan Jenderal Nasution di Peristiwa G30S
Pierre Tendean bersama keluarga (Dok. Buku Pierre Tendean karya Masykuri 1983/1984).

  • Pierre Tendean keturunan Prancis dan Minahasa, lahir di Jakarta pada 21 Februari 1939. Ayahnya berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara, dan ibunya adalah keturunan Belanda-Prancis.

  • Pierre kecil hidup sederhana di Cisarua, Jawa Barat. Keluarganya tinggal di rumah sederhana dan ayahnya bekerja di rumah sakit. Mereka kemudian pindah ke Magelang.

  • Pierre Tendean kecil suka menolong teman-temannya, baik di dalam maupun di luar sekolah. Ia juga membantu keluarganya dengan menanami tanah kosong di sekitar rumahnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tanggal 30 September diperingati sebagai peristiwa gerakan 30 September 1965 yang menyebabkan gugurnya Pahlawan Revolusi atau lebih dikenal dengan peristiwa G30S/PKI. Selain keenam jenderal, ada seorang perwira TNI muda dalam yang bernama Pierre Andries Tendean.

Pierre Tendean rela mati demi melindungi Jenderal AH Nasution, dengan mengaku sebagai Nasution, ketika pasukan Cakrabirawa mencari sang Jenderal di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Pierre Tendean kecil dikenal suka dengan militer, sebelum akhirnya masuk pendidikan militer. Pierre Tendean merupakan pemuda berdarah Prancis dan Minahasa yang lahir di Jakarta.

Yuk kenali lebih jauh sosok Pierre Tendean kecil dikutip dari buku Pierre Tendean karya Masykuri dari laman repositori.kemdikbud.go.id.

  1. 1. Pierre Tendean keturunan Prancis dan Minahasa dan mempunyai dua saudara

    Kisah Pierre Tendean, Ajudan Jenderal Nasution di Peristiwa G30S
    Pierre Tendean saat masih kecil. (Dok. buku Pierre Tendean karya Masykuri 1983/1984)

    Pierre Tendean yang bernarma lengkapnya Pierre Andries Tendean, dilahirkan di Rumah Sakit CBZ, yang sekarang menjadi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, pada 21 Februari 1939.

    Ayahnya, Dr AL Tendean, yang ketika itu bekerja di rumah sakit tersebut berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. lbunya seorang keturunan Belanda-Prancis. ltulah sebabnya ia diberi nama Prancis "Pierre".

    Pierre Tendean merupakan satu-satunya anak laki-laki dari keluarga AL Tendean. Ia mempunyai dua saudara kandung. Kakaknya perempuan bernama Mitze Farre, yang lahir pada 30 Desember 1933, sedangkan adiknya bernama Rooswidiati yang lahir di Megelang, Jawa Tengah.

  2. 2. Pierre kecil hidup sederhana di Cisarua, Jawa Barat dan Magelang, Jawa Tengah

    Kisah Pierre Tendean, Ajudan Jenderal Nasution di Peristiwa G30S
    Pierre Tendean di salah satu kegiatan bersama Jenderal Nasution (Dok. Buku Pierre Tendean karya Masykuri 1983/1984)

    Ketika Pierre berumur setahun, ayahnya dipindahkan dari Jakarta ke Tasikmalaya, Jawa Barat. Tak lama sesudah bertugas di sana, AL Tendean jatuh sakit hingga perlu perawatan di Sanatorium Rumah Sakit Cisarua. Seluruh keluarganya ikut pindah ke sana. Setelah sembuh, ia tetap tinggal di Cisarua, dan bekerja di rumah sakit tersebut.

    Keluarga AL Tendean hidup sederhana, karena hanya mengandalkan gaji dari pemerintah, tidak membuka praktik di luar. Di daerah pegunungan itu mereka tinggal di rumah sederhana, namun sejuk dan nyaman, karena sang ibunda rajin menanami halamannya dengan bunga.

    Menjelang kedatangan tentara Jepang di Tanah Air, keluarga Tendean pindah ke Magelang, Jawa Tengah. Di Magelang, AL Tendean menjabat sebagai Wakil Kepala Rumah Sakit Jiwa Keramat. Di kota inilah Pierre Tendean melewati masa kanak-kanak hingga menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya.

  3. 3. Pierre Tendean kecil suka menolong dan disayangi teman-temannya

    Kisah Pierre Tendean, Ajudan Jenderal Nasution di Peristiwa G30S
    (Dok. Buku Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean)

    Di dalam maupun di luar sekolah, Pierre sangat disayangi teman-temannya, karena sifatnya yang ramah. Pierre juga dikenal tak suka membeda-bedakan teman. Ia pandai bergaul dengan baik dengan teman seusianya.

    Pada era penjajahan Jepang dan awal Revolusi Kemerdekaan, keadaan perekonomian Bangsa Indonesia sangat memprihatinkan. Terutama dirasakan pegawai-pegawai pemerintah, termasuk keluarga AL Tendean.

    Kendati, keluarga AL Tendean tidak mau bekerja sama dengan Jepang maupun Belanda, yang ingin menjajah kembali Tanah Air. Pada zaman Revolusi Kemerdekaan, keluarga AL Tendean diam-diam membantu obat-obatan para gerilyawan.

    lbunda Pierre giat mengumpulkan dana dari para simpatisan, guna membantu pemuda-pemuda yang sedang bergerilya.

    Pierre yang pada waktu itu masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), telah memperlihatkan sifat tanggung-jawabnya terhadap masyarakat sekitarnya.

    Ketika libur sekolah, Pierre Tendean suka membantu teman-temannya pergi ke sawah mencari siput, untuk menambah lauk-pauk di rumah orangtua mereka.

  4. 4. Pierre kecil juga gemar bercocok tanam dan tidak manja

    Pierre Tendean (Dok. Buku 30 Tahun Indonesia Merdeka-Kementerian Penerangan RI/Kominfo.
    Pierre Tendean (Dok. Buku 30 Tahun Indonesia Merdeka-Kementerian Penerangan RI/Kominfo.

    Untuk mengurangi beban keluarganya, Pierre kecil juga gemar menanami tanah kosong di sekitar rumahnya dengan singkong, ubi, pepaya, dan sayur-sayuran.

    Kakaknya, Mitze Farre, menyebutkan Pierre sejak kecil hingga akhir hayatnya merupakan anak yang sederhana dalam segala hal. Dia rajin dan tekun serta tidak manja, meskipun menjadi satu-satunya anak laki-laki di keluarganya.

    Di sekitar rumah keluarga AL Tendean di Magelang itu terdapat sungai kecil. Pierre gemar sekali berenang dan bermain di sungai itu. Warna air sungai yang kecokelatan karena kotor, membuat orangtua Pierre melarangnya bermain di sungai itu.

    Meski dilarang, Pierre tetap bermain di sungai itu. Kelak, kepandaiannya berenang itulah yang akan menyelamatkan dirinya dari pengejaran tentara Inggris saat misi intelijen di Malaysia.

Share Article

Related Articles

See More