Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Klaim 100 Titik Dapur MBG di Cilacap Terbukti Fiktif
Ilustrasi makan bergizi gratis. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Sebanyak 100 titik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cilacap terungkap fiktif, ditemukan berada di lokasi tak layak seperti hutan dan kuburan, memicu penutupan sementara pendaftaran titik baru.
  • Temuan dapur fiktif memperkuat dugaan praktik jual beli titik SPPG, sementara Badan Gizi Nasional belum memberikan tanggapan resmi terkait hasil investigasi tersebut.
  • BGN menetapkan kebijakan baru bahwa program MBG tidak dibagikan saat libur sekolah untuk fokus pada standarisasi tata kelola dan efisiensi sumber daya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Viral di media sosial ditemukan ratusan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ternyata fiktif. Ratusan dapur MBG fiktif itu berlokasi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Cilangkap, Ammy Amalia Fatma Surya mengatakan, total ada 100 titik yang tercatat dalam sistem namun tidak memiliki bangunan maupun fasilitas yang dapat digunakan sebagai dapur MBG.

"Dari hasil rapat bersama tim investigasi dan koordinator wilayah, ada lebih dari 300 titik yang terdaftar. Setelah didatangi kepala SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi) yang ditunjuk dari Badan Gizi Nasional (BGN) ternyata titik itu (100 titik) tidak ada bangunan apapun," ujar Ammy ketika memberikan keterangan di Alun-Alun Cilacap pada Senin, 22 Juni 2026.

Ketika ditanyakan di mana saja titik-titik yang ditemukan fiktif, ia menjelaskan, lokasinya tersebar di beberapa wilayah. Bahkan, sebagian berada di titik lokasi yang tidak memungkinkan untuk dijadikan SPPG. Lokasi itu antara lain berada di hutan, kuburan hingga persawahan.

"Ada yang lokasinya di tengah hutan, di tengah persawahan, bahkan ada yang di tengah kuburan," tutur dia.

1. Temuan dapur fiktif perkuat adanya dugaan praktik jual beli titik SPPG

SPPG Jetis Patalan 3 yang memberikan layanan MBG pada siswa SDN Kowang Jetis. (IDN Times/Daruwaskita)

Ammy menjelaskan, adanya temuan dapur fiktif justru semakin memperkuat dugaan adanya praktik jual beli titik pendirian SPPG yang belakangan ramai diperbincangkan.

"Jadi, bahwa isu jual beli titik, kemudian titik fiktif benar adanya. Ini harus kita benahi," katanya.

Ia menambahkan, tindak lanjut dari temuan tim tersebut, yakni pemerintah bersama tim menutup sementara portal pembukaan titik SPPG baru di Kabupaten Cilacap.

"Hasil rapat terakhir dengan tim investigasi memutuskan portal pendaftaran titik baru, ditutup sementara. Titik-titik yang teridentifikasi fiktif akan dihapus terlebih dahulu, baru dilanjutkan programnya," tutur dia.

2. BGN belum berikan respons soal temuan dapur fiktif

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari dalam konferensi pers di kantor MBG, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

IDN Times telah meminta respons kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Namun, ia mengarahkan agar menghubungi Wakil Kepala BGN yang baru dan sekaligus merangkap juru bicara, Agustina Arumsari. Tetapi, pesan yang dikirim IDN Times hingga berita ini tayang belum direspons.

Sebelumnya, di bawah pucuk pimpinan yang baru, BGN akan mengevaluasi ulang skema penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu skema yang digunakan, yakni dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi penerima manfaat. Salah satu indikator yang dipertimbangkan adalah kelompok desil tertentu atau tingkat kesejahteraan masyarakat.

Agustina mengatakan, desil tidak akan menjadi satu-satunya acuan dalam menentukan sasaran penerima manfaat. Namun, indikator tersebut akan dipadukan dengan tingkat kerentanan gizi dan akses masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan gizi.

"Desil itu hanya salah satu indikator. Nanti ada kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi yang salah satu parameternya adalah desil, kemudian akses terhadap pemenuhan gizi. Itu masih kami olah dan kami ramu kriterianya," ungkap Agustina ketika memberikan keterangan pers pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dia mengatakan, BGN masih menyusun formula penentuan sasaran penerima manfaat yang lebih tepat dan efisien. Pembahasan mengenai skema tersebut akan dilakukan bersama Kementerian Keuangan dalam penyusunan anggaran program MBG 2027.

3. MBG tak akan dibagikan saat libur sekolah

Poster massa Aksi Bali Bergerak desak hentikan MBG. (IDN Times/Yuko Utami)

Kebijakan baru lainnya, yaitu BGN tidak akan membagikan MBG ketika masa libur sekolah. Ia mengatakan, masa libur sekolah bakal digunakan oleh pihaknya untuk mendukung proses penataan dan standarisasi tata kelola program MBG.

"Untuk kali ini kebijakan yang kami ambil adalah kami benar-benar tidak mendistribusikan MBG dengan maksud tadi untuk standarisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya," kata Agustina pada Jumat, 19 Juni 2026.

Ia menambahkan, BGN telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 pada 17 Juni 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada periode hari libur dalam rangka penyelenggaraan program MBG Tahun Anggaran 2026. Sehingga tinggal dilaksanakan optimalisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya dan standarisasi program MBG.

"Surat edaran ini dikeluarkan dalam rangka optimalisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya, dan standarisasi program MBG pada SPPG," tutur dia.

Editorial Team

Related Article