Jakarta, IDN Times - Sejumlah lembaga sosial masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan memprotes keras cara pemerintah merespons tewas Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Ekonomi Kreatif, saat mengikuti latihan dasar militer Komcad. Pemerintah dinilai hanya menyampaikan ucapan duka cita di ruang publik. Padahal, ucapan duka tidak akan menyelesaikan masalah.
ASN yang meninggal diketahui bernama Vanreko Varkas Bagaskara. Ia meninggal pada Sabtu, 26 September 2026 ketika melakukan latihan gladibersih upacara penutupan komcad di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur menilai kematian Vanreko disebabkan kelalaian negara. Apalagi berdasarkan keterangan kolega ASN berusia 28 tahun itu, ia sudah sempat mengalami mimisan beberapa hari sebelum meninggal.
"Meninggalnya Vanreko Bagaskara ini harus dianggap sebuah kelalaian dan kegagalan negara dalam menjamin hak hidup yang diatur dalam konstitusi yang diatur sangat ketat," ungkap Isnur ketika memberikan keterangan di kantor Imparsial, Jakarta Selatan pada Selasa (29/9/2026).
Oleh sebab itu, kata Isnur, negara tidak bisa hanya memberikan ucapan duka cita. Ucapan tersebut diunggah di akun media sosial Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky.
Pemerintah, katanya harus memproses dalam dua hal. Pertama, harus ada pertanggung jawaban terhadap kematian Vanreko dan kedua, penghentian total program Komcad bagi ASN.
