Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mendagri Tito: Komcad ASN Bukan untuk Gantikan Peran TNI di Pertahanan

4 min read
Mendagri Tito: Komcad ASN Bukan untuk Gantikan Peran TNI di Pertahanan
Ribuan ASN yang berhasil menuntaskan gelombang kedua program Komcad tahun 2026. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Mendagri Tito Karnavian menegaskan Komcad ASN tidak menggantikan peran TNI; peserta hanya dimobilisasi sesuai aturan dan tetap menjalankan tugas utama di instansinya.
  • Sebanyak 2.241 ASN lulus Komcad gelombang kedua setelah pelatihan 37 hari. Tito menilai latihan fisik dan dasar militer memperkuat kesehatan, disiplin, loyalitas, serta koordinasi antarlembaga.
  • YLBHI mendesak penghentian pelibatan ASN dan CPNS dalam Komcad, investigasi kematian Varenko Varkas Bagaskara, serta penelusuran dugaan peserta diwajibkan mengikuti pelatihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ikut digembleng lewat program Komponen Cadangan (Komcad) bukan disiapkan untuk menggantikan peran TNI di bidang pertahanan. Komcad, kata Tito, hanya digerakan sesuai aturan yang ditetapkan di dalam peraturan perundang-undangan.

"Komponen cadangan hanya dilaksanakan sesuai mekanisme mobilisasi yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Di luar mekanisme tersebut, saudara peserta pelatihan tetap menjalankan tugas utama sebagai ASN pada instansi masing-masing," ungkap Tito saat memberikan sambutan di penutupan program Komcad ASN gelombang kedua tahun 2026 di Jakarta Timur, Selasa (29/9/2026).

Dalam gelombang kedua ini, ada 2.241 orang yang dinyatakan lulus program Komcad ASN. Sebanyak 1.480 ASN di antaranya merupakan pria dan 761 lainnya merupakan perempuan. Mereka digembleng ala militer selama 37 hari pada periode 24 Agustus hingga 29 September 2026. Sementara, pengambilan sumpah dan penetapan sebagai anggota Komcad ASN kementerian atau lembaga telah dilakukan sejak 28 September 2026.

Di forum itu, Tito turut menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal rahasia suatu negara bisa bertahan hingga 200 tahun lamanya. Negara tersebut memiliki tiga komponen utama yakni militer yang kuat untuk menjaga kedaulatan, posisi intelijen yang kuat untuk menjaga keamanan, ketertiban serta stabilitas. Rahasia ketiga yakni memiliki ASN yang mampu menjalankan roda pemerintahan secara efektif dan efisien.

  1. 1. Mendagri Tito nilai ASN perlu untuk diberi latihan fisik

    Komcad ASN, Sjafrie Sjamsoeddin
    Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) ketika ikut meninjau penutupan Komcad ASN gelombang kedua tahun 2026. (IDN Times/Santi Dewi)

    Tito juga menyinggung bahwa ASN perlu diberikan latihan fisik. Sebab, latihan tersebut bisa bermanfaat bagi kesehatan. Ia mendasarkan pandangannya itu berdasarkan kehadirannya di salah satu konferensi di Amerika Serikat yang berjudul 'The Real Cop Killer.'

    Berdasarkan temuan yang dipaparkan di dalam konferensi itu, polisi di AS banyak yang gugur bukan karena melawan pelaku tindak kriminal melainkan lantaran penyakit tidak menular.

    "Sebagian besar meninggal karena sakit jantung dan stroke. Penyebab dari penyakit itu ada tiga, pertama makanan yang kurang sehat, kedua kebiasaan merokok, dan ketiga yakni lack of mobility atau kurang aktivitas fisik," tutur dia.

    Sehingga, pembinaan fisik diharapkan tetap dilanjutkan untuk meningkatkan kedisiplinan dan olahraga.

  2. 2. Tito nilai ada hal positif yang bisa diambil ASN lewat latihan militer dasar

    Komcad ASN, Komcad, Kemhan
    ASN melakukan latsar militer ketika mengikuti program Komcad gelombang kedua tahun 2026. (www.instagram.com/@komcadasn461)

    Di forum itu, Tito turut menyebut ada poin positif yang dapat dirasakan ASN ketika menerima latihan dasar militer. Bahkan, tak ada sisi buruk bila ASN diberi latihan ala tentara. Sebab, ia berharap para ASN, khususnya yang bertugas di Kementerian Dalam Negeri memiliki sikap disiplin, tepat waktu, loyalitas, memegang prinsip kebersihan, yang sudah menjadi nilai-nilai universal yang diterapkan di mana pun, termasuk lingkungan bekerja ASN.

    "Hal positif selanjutnya, ASN yang ikut digembleng pasti akan membentuk jaringan. Sebab, ini adalag tempat yang baik untuk saling mengenal satu sama lain. Menemukan kawan baru, bertukar nomor ponsel, karena ASN dalam bertugas tidak bisa bekerja seorang diri," kata mantan Kapolri itu.

    Para ASN, kata Tito, dalam bertugas harus melakukan koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan instansi pemerintah baik di tingkat pusat atau daerah.

    "Akan lebih efektif ketika sudah mengenal secara pribadi satu demi satu. Tak perlu lagi ada proses surat menyurat. Cukup angkat telepon, urusan akan selesai," tutur dia.

  3. 3. YLBHI desak Prabowo hentikan pelibatan ASN dan CPNS ke dalam latihan militer dasar

    Muhammad Isnur, YLBHI
    Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur ketika berbincang di program 'Ngobrol Seru'. (Tangkapan layar Youtube IDN Times)

    Sementara, di dalam pernyataannya, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menyetop pelibatan ASN dan CPNS di dalam latihan dasar militer Komcad. Bahkan, YLBHI mendesak program Komcad disetop total. Sebab, realita di lapangan banyak ASN yang ikut penggemblengan Komcad lantaran diwajibkan bukan pilihan sukarela.

    "Lalu, lakukan investigasi independen kematian ASN Kemenkoekraf, Varenko Varkas Bagaskara, dan hasilnya diungkap ke publik," ujar Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur di dalam keterangan pada Senin kemarin.

    YLBHI juga mendesak Kementerian Pertahanan untuk membuka kepada publik kronologi lengkap peristiwa, rekam medis almarhum sejak awal latihan, kondisi cuaca dan beban latihan, hingga protokol pencegahan heatstroke. Bahkan, YLBHI turut meminta pihak kepolisian untuk ikut turun tangan mengusut dugaan yang menyebabkan kematian ASN berusia 28 tahun itu.

    "Prajurit yang diduga bertanggung jawab harus diproses di peradilan umum sebagaimana yang diamanatkan di dalam Pasal 65 ayat 2 UU TNI," tutur dia.

    Kementerian PAN RB juga diminta oleh YLBHI agar mencabut keterkaitan antara keikutsertaan Komcad dan penilaian karier ASN, membuka surat rekomendasi dan formulir persetujuan peserta dan bersama pimpinan kementerian atau lembaga membatalkan penetapan Komcad bagi ASN yang terbukti tidak mendaftar atas kehendaknya sendiri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More