Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

2.241 ASN Dinyatakan Lulus Komcad Usai Digembleng ala Militer 37 Hari

4 min read
2.241 ASN Dinyatakan Lulus Komcad Usai Digembleng ala Militer 37 Hari
Ribuan ASN yang berhasil menuntaskan gelombang kedua program Komcad tahun 2026. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Sebanyak 2.241 ASN dari 50 kementerian/lembaga lulus Komcad gelombang kedua setelah latihan militer 37 hari; target 4.000 peserta ASN pada 2026 telah tercapai.
  • Mendagri Tito Karnavian menyebut Komcad memperkuat sistem pertahanan sekaligus membentuk ASN lebih disiplin, tanggap, terkoordinasi, dan bugar melalui pembinaan fisik berkelanjutan.
  • YLBHI mendesak penghentian pelibatan ASN dan CPNS dalam Komcad, investigasi independen kematian Varenko Varkas Bagaskara, serta transparansi dan penindakan atas dugaan pelanggaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 2.241 aparatur sipil negara (ASN) dari 50 kementerian atau lembaga dinyatakan lulus melewati program komponen cadangan (komcad) usai mengikuti latihan dasar militer selama 37 hari. Mereka mulai digembleng pada 24 Agustus hingga 29 September 2026.

"Dengan jumlah peserta 2.241 orang yang terdiri dari pria 1.480 orang dan wanita 761 orang," kata Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Selasa (29/9/2026).

Dia mengatakan, penyerahan data tentang ASN yang ikut program komcad dilakukan pada bulan Juli 2026. Sedangkan, seleksi kompetensi digelar pada 3 hingga 21 Agustus 2026.

Komcad yang digelar pada akhir 2026 merupakan gelombang kedua. Upacara penutupan komcad ASN gelombang pertama dilakukan pada 5 Juni 2026. Ketika itu ada 1.758 ASN yang berhasil dinyatakan lolos komcad di gelombang pertama.

Target untuk mendapatkan 4.000 ASN mengikuti program komcad sudah tercapai, dengan demikian, tak ada lagi program komcad bagi ASN yang digelar pada 2026.

Namun, dalam proses penggemblengan ASN di gelombang kedua komcad, terdapat peserta yang meninggal dunia, yaitu Varenko Varkas Bagaskara yang merupakan ASN Kementerian Ekonomi Kreatif.

  1. 1. Komcad dianggap bagian penting untuk dukung sistem pertahanan negara

    Komcad ASN, ASN
    2.241 ASN yang telah selesai mengikuti program komponen cadangan selama 45 hari. (IDN Times/Santi Dewi)

    Salah satu pejabat tinggi yang hadir dalam penutupan program komcad gelombang kedua, yakni Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dia berharap, usai ribuan ASN mampu bekerja dengan lebih disiplin, tanggap, terkoordinasi dan melayani masyarakat dengan tulus usai kembali ke instansi masing-masing.

    Dia mengatakan, penguatan komponen cadangan merupakan bagian penting dari arah kebijakan nasional untuk mendukung sistem pertahanan negara yang kuat, mandiri, dan berkeadilan. Tito mengatakan, hal ini juga pernah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

    "Dalam kerangka peraturan perundang-undangan, komponen cadangan adalah sumber daya nasional yang disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuatan kekuatan dan kemampuan komponen utama yakni TNI," kata Tito.

    Dia juga menyinggung program komcad diadakan bagi ASN dengan dasar hukum yang kuat, yaitu UUD 1945 Pasal 27 Ayat 3. Dia mengatakan, aturan tersebut tegas disampaikan setiap warga negara, berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

    "Jadi, ini merupakan hak sekaligus kewajiban," ujar dia.

    Dia mengeklaim, ASN memiliki nilai tambah usai digembleng lewat program komcad, yakni memiliki karakter aparatur yang disiplin, mampu bekerja di bawah tekanan, memahami pentingnya koordinasi dan tetap bertindak berdasarkan hukum sesuai kewenangan yang dimiliki.

  2. 2. Mendagri nilai ASN perlu untuk diberi latihan fisik

    2.241 ASN Dinyatakan Lulus Komcad Usai Digembleng ala Militer 37 Hari
    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan keterangan pers usai Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sulawesi di Hotel Claro Makassar, Sabtu (19/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Tito juga menyinggung, ASN perlu diberikan latihan fisik. Sebab, latihan tersebut bisa bermanfaat bagi kesehatan. Hal itu berdasarkan konferensi di Amerika Serikat yang berjudul 'The Real Cop Killer' yang diikutinya.

    Berdasarkan temuan yang dipaparkan di dalam konferensi itu, polisi di AS banyak yang gugur bukan karena melawan kriminal melainkan lantaran penyakit tidak menular.

    "Sebagian besar meninggal karena sakit jantung dan stroke. Penyebab dari penyakit itu ada tiga, pertama makanan yang kurang sehat, kedua kebiasaan merokok dan ketiga yakni lack of mobility atau kurang aktivitas fisik," ujar dia.

    Dengan demikian, pembinaan fisik diharapkan tetap dilanjutkan untuk meningkatkan kedisiplinan dan olahraga.

  3. 3. YLBHI desak Prabowo hentikan pelibatan ASN dan CPNS ke dalam latihan militer dasar

    SAVE_20260924_102721.jpg
    Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Istana, Rabu (23/9/2026)/ (dok

    Sementara, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menyetop pelibatan ASN dan CPNS di dalam latihan dasar militer komcad. Bahkan, YLBHI mendesaknya untuk disetop total. Sebab, realita di lapangan banyak ASN yang ikut kegiatan tersebut karena diwajibkan, bukan pilihan sukarela.

    "Lalu, lakukan investigasi independen kematian ASN Kemenkoekraf, Varenko Varkas Bagaskara dan hasilnya diungkap ke publik," ujar Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur di dalam keterangannya.

    YLBHI juga mendesak Kementerian Pertahanan untuk membuka kepada publik kronologi lengkap peristiwa, rekam medis almarhum sejak awal latihan, kondisi cuaca dan beban latihan, hingga protokol pencegahan heatstroke. Bahkan, YLBHI turut meminta pihak kepolisian untuk ikut turun tangan mengusut dugaan yang menyebabkan kematian ASN berusia 28 tahun itu.

    "Prajurit yang diduga bertanggung jawab harus diproses di peradilan umum sebagaimana yang diamanatkan di dalam Pasal 65 Ayat 2 UU TNI," ujar dia.

    Kementerian PAN RB juga diminta YLBHI mencabut keterkaitan antara keikutsertaan komcad dan penilaian karier ASN, membuka surat rekomendasi dan formulir persetujuan peserta dan bersama pimpinan kementerian atau lembaga membatalkan penetapan Komcad bagi ASN yang terbukti tidak mendaftar atas kehendaknya sendiri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More