Jakarta, IDN Times - Sejumlah lembaga sosial masyarakat (LSM) yang tergabung di dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Keamanan mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan program komponen cadangan bagi aparatur sipil negara (ASN).
Menurut koalisi sipil program komcad bagi ASN hanya menghambur-hamburkan anggaran negara. Apalagi pelaksanaannya menyebabkan jatuhnya satu korban jiwa, Vanreko Varkas Bagaskara (28) yang meninggal pada Sabtu, 26 September 2026. Rumah sakit yang menanganinya mendiagnosis Vanreko meninggal dunia akibat heatstroke.
"Hentikan Komcad ASN/PNS, batalkan seluruh rekrutmen, pelatihan dan perluasan program yang tidak mendesak serta memboroskan anggaran negara," kata M Hafiz peneliti dari Centre Initiative di dalam keterangan pada Rabu (30/9/2026).
Centra Initiative merupakan salah satu LSM yang ikut tergabung di dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Keamanan. Hafiz juga menyoroti hasil dari latihan militer yang diterima oleh Vanreko tidak terpakai sehari-hari dalam pekerjaannya di Kementerian Ekonomi Kreatif.
Vanreko merupakan ASN yang ikut penggemblengan pada gelombang kedua komcad. Total ada 2.241 ASN yang dinyatakan lulus program komcad dan dikukuhkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Selasa (29/9/2026). Sedangkan, ASN yang dikukuhkan pada gelombang pertama mencapai 1.758 orang. Kementerian Pertahanan menargetkan ada 4.000 ASN pada 2026 yang ikut program Komcad.
