Jakarta, IDN Times - Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan menilai sistem peradilan militer telah gagal menjamin rasa keadilan kepada rakyat Indonesia. Hal ini merespons l dari tuntutan oditur militer yang l menuntut empat terdakwa prajurit TNI kasus penyiraman air keras Andrie Yunus hanya 2,5 tahun penjara.
Selain itu, terdapat putusan ringan 10 bulan kepada Sertu Riza Pahlivi (Babinsa) terkait kasus pembunuhan seorang anak di Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.
“Kedua kasus ini membuktikan bahwa proses peradilan terhadap pelaku sangat tidak adil bagi korban dan memperkuat praktik impunitas di Indonesia,” ujar keterangan tertulis Koalisi Masyarakat Sipil yang telah dikonfirmasi IDN Times ke Usman Hamid (Amnesty International Indonesia), M. Isnur (YLBHI) dan Dimas Bagus Arya (KontraS).
