Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Komisi XIII Dalami Klaster Mewah Lapas Cibinong, Ombdusman Pilih Absen
Komisi XIII DPR rapat bersama Dirjenpas terkait polemik penjara mewah di Lapas Cibinong. (IDN Times/Amir Faisol)
  • Komisi XIII DPR RI menggelar rapat dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mantan Kepala Lapas Cibinong untuk mendalami polemik fasilitas penjara mewah.
  • Ombudsman RI tidak hadir karena belum memberi konfirmasi, meski Komisi XIII telah mengirim surat kepada Ombudsman dan Komisi II DPR. Rapat tetap dibuka setelah memenuhi kuorum.
  • Ombudsman menemukan vila mini dan fasilitas mewah bagi warga binaan, termasuk TV besar, AC, alat gym, botol minuman keras, serta dugaan penghuni membayar untuk menempatinya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Komisi XIII DPR rapat tentang penjara mewah di Lapas Cibinong. Mereka mengajak Kementerian dan bekas kepala lapas, Wisnu Hani Putranto. Ombudsman tidak datang karena belum memberi jawaban. Ombudsman menemukan vila kecil, TV besar, AC, alat olahraga, dan botol minuman keras. Penghuni penjara bilang mereka harus bayar untuk tinggal di sana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rapat terbuka yang dihadiri anggota dari delapan fraksi menunjukkan adanya perhatian lintas partai terhadap dugaan penyimpangan di Lapas Cibinong. Upaya Komisi XIII meminta penjelasan dari kementerian, mantan kepala lapas, serta Ombudsman mencerminkan proses pengawasan yang tetap berjalan dan memberi ruang bagi penelusuran fakta secara lebih akuntabel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Komisi XIII DPR RI menggelar rapat bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan mantan Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor Wisnu Hani Putranto terkait polemik penjara mewah yang menuai kecaman publik.

Dalam rapat tersebut, Komisi XIII DPR RI telah mengundang Ombudsman Republik Indonesia (ORI) untuk memberikan penjelasan lebih mendalam atas temuannya.

Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya menyatakan, Ombudsman belum memberikan konfirmasi untuk hadir pada rapat hari ini.

"Jadi bahasanya masuk rumah orang kan harus ketok pintu. Jadi hari ini belum ada respons sehingga Ombdusman RI belum daoat hadir untuk menyampaikan apa yang kita minta sebelumnya," kata Willy saat membuka rapat, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (28/9/2026)

Willy mengatakan, Komisi XIII DPR juga telah menyurati komisi yang menaungi Ombudsman di DPR, yakni Komisi II DPR RI, tapi belum juga ada respons.

"Kami sudah bersurat, pimpinan Komisi XIII ke Ombdusman, tapi kan harus dengan sesuai izin komisi yang menanungi sebagai mitra dari ombudsman, sampai tadi pagi belum ada respons," kata dia.

Willy mengatakan, rapat hari ini dihadiri 20 anggota dari delapan fraksi sehingga rapat tersebut telah memenuhi kuorum untuk dibuka dan terbuka kepada publik.

"Berdasarkan laporan sekretariat, udah hadir, udah lengkap ini ya 8 fraksi 20 anggota, jadi rapat bisa kita mulai," kata dia.

Ombudsman RI menemukan sejumlah bangunan mewah di dekat rumah dinas Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Rabu (23/9/2026). Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan bangunan berbentuk vila mini tersebut memiliki fasilitas lengkap dan dihuni warga binaan. Di lokasi juga tengah dibangun fasilitas gym serta direncanakan pembangunan shelter untuk minigolf.

Selain itu, Ombudsman menemukan fasilitas mewah lain berupa televisi berukuran besar, pendingin ruangan, dan alat kebugaran. Bahkan, petugas menemukan botol minuman keras di salah satu pendingin ruangan. Syafrida menyebut warga binaan yang menempati fasilitas tersebut mengaku harus mengeluarkan sejumlah uang atau berbayar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article