Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menimipas Agus Cek Lapas Cibinong, Siap Dalami Dugaan Sel Mewah

2 min read
Menimipas Agus Cek Lapas Cibinong, Siap Dalami Dugaan Sel Mewah
Menimipas, Agus Andrianto dan Kepala Bappipsus, Aris Marsudiyanto meninjau rumah dinas Lapas IIA cibinong pada Jumat (25/9/2026). (Istimewa)
  • Menimipas Agus Andrianto dan Kepala Bappipsus Aris Marsudiyanto menginspeksi Lapas IIA Cibinong usai temuan Ombudsman soal dugaan sel mewah yang diklaim sebagai area rumah dinas.

  • Bappipsus akan menyelidiki penggunaan rumah dinas dan menindak agenda terselubung bila terbukti, sekaligus memperingatkan seluruh pimpinan lapas agar tidak menjalankan praktik transaksional.

  • Kalapas Cibinong membantah adanya simulator golf eksklusif serta pungli napi Rp150 ribu per pekan; Menimipas menjadikan kasus ini momentum penertiban lapas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bogor, IDN Times - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, bersama Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aris Marsudiyanto, melakukan inspeksi mendadak atau sidak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (25/9/2026).

Sidak lanjutan ini merespons viralnya temuan Ombudsman RI mengenai dugaan sel berfasilitas mewah, yang sebelumnya diklaim sebagai area rumah dinas pegawai Lapas.

"Ini akan kita dalami, apakah rumah pegawai ini betul-betul digunakan untuk rumah pegawai atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Ini adalah tugas kami untuk melakukan investigasi," ujar Agus kepada jurnalis.

  1. 1. Bappipsus beri peringatan keras cegah praktik transaksional

    Gerbang masuk beratap menuju kawasan rumah dinas di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, dengan pepohonan di sekitarnya.
    Gerbang masuk menuju kawasan rumah dinas di Lapas IIA Cibinong Bogor. (IDN Times/Linna Susanti)

    Sebelumnya, tim IDN Times juga sudah melakukan peninjauan langsung melihat kondisi rumah yang sempat disebut Ombudsman sebagai tempat yang diduga sel mewah.

    Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jawa Barat, Yudi Suseno, mengatakan kawasan tersebut merupakan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bagi warga binaan yang satu lingkungan dengan rumah dinas pegawai Lapas.

    ​"Jadi yang dimaksud oleh kemarin didatangi oleh Ombudsman adalah rumah dinas jabatan dengan SK jabatan," kata Yudi kepada awak media, Kamis (24/9/2026).

    Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappipsus), Aris Marsudiyanto, mengatakan meski area tersebut diklaim sebagai rumah dinas tempat warga binaan membantu kebersihan, pihaknya akan menindak tegas jika terbukti ada agenda terselubung. Ia juga memperingatkan seluruh pimpinan lapas di Indonesia untuk tidak melanggar aturan.

    "Jangan sampai ada kepentingan-kepentingan terselubung di balik itu. Inilah tugas kami untuk menertibkan, sehingga tidak boleh ada yang namanya praktik transaksional di dalam lapas dalam bentuk apa pun," unkap Aris, Jumat (25/9/2026).

  2. 2. Kalapas Cibinong tepis isu keberadaan simulator golf dan pungli napi

    Bangunan Lapas Kelas IIA Cibinong di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tampak dari area depan kompleks lembaga pemasyarakatan.
    Lapas Kelas IIA Cibinong di Kabupaten Bogor Jawa Barat. IDN Times/Linna Susanti

    Pada kesempatan yang sama, Kalapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menepis rincian temuan Ombudsman mengenai keberadaan mesin simulator golf eksklusif dan praktik pungutan liar Rp150 ribu per pekan. Ia menantang pihak terkait untuk membuktikan tuduhan tersebut.

    "Hanya fasilitas olahraga saja. Di samping. Alhamdulillah tidak ada (pungli). Kalau ada pungli bisa disampaikan langsung dan bisa dibuktikan insya Allah tidak ada," kata Wisnu.

  3. 3. Menimipas jadikan kasus ini momentum penertiban lapas

    Lapas Kelas IIA Cibinong di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
    Wawancara Mentri Imigrasi dan Kepala Bappipsus. (Istimewa)

    Agus Andrianto mengatakan ia sudah berulang mengingatkan kementerian telah memfasilitasi kebutuhan pegawai melalui koperasi hingga pengelolaan wartel, agar petugas tidak tergiur melakukan pelanggaran wewenang.

    "Tentunya, ini adalah upaya kami untuk menghindari agar petugas tidak melakukan penyimpangan-penyimpangan. Oleh karena itu, ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk melakukan penertiban di lapas-lapas yang mungkin memang harus ditertibkan," pungkas dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More