Jakarta, IDN Times - Komnas HAM mengungkapkan keberhasilan pembangunan nasional tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi. Dalam Laporan Tahunan 2025, lembaga itu meminta hak asasi manusia menjadi prinsip utama dalam penyusunan kebijakan publik, di tengah percepatan investasi, proyek strategis nasional (PSN), hilirisasi industri, hingga transformasi digital.
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, mengatakan, berbagai kebijakan pembangunanmenghasilkan capaian ekonomi, tetapi memunculkan tantangan baru tentang keadilan, partisipasi publik, perlindungan kelompok rentan, dan penghormatan terhadap hak warga negara.
"Berbagai kebijakan strategis pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, mendorong investasi, mengembangkan Proyek Strategis Nasional (PSN), memperluas hilirisasi industri, serta memperkuat keamanan nasional telah menghasilkan capaian pembangunan, namun memunculkan sejumlah tantangan terkait masalah keadilan, partisipasi publik, perlindungan kelompok rentan, dan penghormatan terhadap hak-hak warga negara," kata dia, dalam agenda peluncuran laporan tahunan Komnas HAM 2025 di Jakarta, Senin (6/7/2026).
