Kemenkes Usut Kasus Dokter PPDS Unsrat Diduga Akhiri Hidup Akibat Bullying

- Seorang dokter PPDS Anestesiologi Unsrat, dr. Adrian Rantung, meninggal dunia diduga akibat perundungan selama menjalani pendidikan di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.
- Kemenkes melalui Dirjen Kesehatan Lanjutan menghentikan sementara kegiatan pembelajaran PPDS Anestesiologi di RSUP Kandou dan melibatkan aparat penegak hukum untuk penyelidikan.
- RSUP Kandou bersama Fakultas Kedokteran Unsrat melakukan investigasi internal terpadu, dan program akan dihentikan sampai proses penyelidikan dugaan perundungan selesai.
Jakarta, IDN Times – Dunia kedokteran kembali berduka. Seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dr. Adrian Rantung meninggal dunia diduga akibat perundungan saat menjalani program dokter spesialis di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.
Berdasarkan informasi yang beredar di berbagai media sosial, Adrian mengakhiri hidupnya akibat mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan selama menjalani pendidikan.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, mengatakan, kegiatan pembelajaran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dihentikan sementara untuk proses penyelidikan.
"Iya, ini sudah menjadi perhatian kami. Kami sudah minta disetop dan dilakukan penyelidikan dengan melibatkan aparat penegak hukum)," kata Azhar saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026)
1. RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado hentikan pembelajaran PPDS anestesiologi

Sementara itu, RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado,menghentikan sementara kegiatan pembelajaran PPDS Anestesiologi karena adanya dugaan perundungan tersebut.
Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Nomor HK.02.03/D.XV/3421/2026 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Pembelajaran Program Studi Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado yang ditetapkan pada 6 Juli 2026.
2. RS lakukan investigasi

Dalam bagian pertimbangan keputusan disebutkan, penghentian sementara dilakukan karena adanya dugaan perundungan terhadap salah satu peserta PPDS Anestesiologi.
Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk mendukung proses investigasi internal yang dilakukan secara terpadu antara RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
"Untuk melakukan investigasi secara internal dan terpadu antara RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat)," demikian bunyi pertimbangan dalam keputusan tersebut.
3. Penghentian program sampai penyelidikan selesai

Dalam diktum keputusan, Direktur Utama menetapkan penghentian sementara kegiatan pembelajaran Program Studi Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado hingga penanganan dugaan perundungan selesai.
Keputusan tersebut juga merujuk pada Instruksi Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/589/2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Perundungan terhadap Peserta Didik pada Rumah Sakit Pendidikan di Lingkungan Kementerian Kesehatan.
Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Saat ini, tidak ada layanan hotline atau sambungan telepon khusus untuk pencegahan bunuh diri di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia pernah meluncurkan hotline pencegahan bunuh diri pada 2010. Namun, hotline itu ditutup pada 2014 karena rendahnya jumlah penelepon dari tahun ke tahun, serta minimnya penelepon yang benar-benar melakukan konsultasi kesehatan jiwa.
Walau begitu, Kemenkes menyarankan warga yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.
Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:
RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444
Selain itu, terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.
















