Jakarta, IDN Times - Sudah 33 hari penyerangan pada aktivis KontraS Andrie Yunus terjadi, namun empat anggota BAIS Mabes TNI yang diduga jadi pelaku penyiraman air keras belum juga terlihat batang hidungnya.
Hal ini jadi perhatian kritis KontraS, yang menilai serangan pada Andrie menunjukkan indikasi sistemik dari budaya kekerasan negara terhadap kritik, akuntabilitas, dan koreksi publik.
"Proses hukum yang berjalan dalam internal militer tidak sesuai dengan komitmen dan janji yang disampaikan di awal oleh pihak TNI untuk mengungkap kasus ini secara akuntabel dan transparan. Faktanya, pihak TNI belum merilis wajah dan identitas empat orang pelaku yang dijadikan tersangka karena terlibat penyiraman air keras kepada Andrie Yunus," kata Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya, dikutip Kamis (16/4/2026).
