Jakarta, IDN Times - Hasil analisis Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menemukan pelaksanaan Pemilu 2024 belum bebas dari fenomena intimidasi dan kekerasan.
Pemilu yang diwacanakan riang gembira disebut tak sesuai dengan realita di lapangan. Berbagai kasus intimidasi hingga kekerasan yang berkaitan dengan kepentingan politik elektoral masih terus mewarnai jalannya pemilu, bahkan hingga pascapemilu.
“Kami menemukan setidaknya 18 peristiwa berkaitan dengan kekerasan (politically motivated violence) dengan rincian penganiayaan 13 peristiwa, bentrokan 5 peristiwa dan intimidasi 8 peristiwa,” kata Wakil Koordinator Kontras Andi Rezaldy dalam konferensi pers, Jumat (23/2/2024).
