Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Tahun Malaka: Resmikan Kampus buat Lulusan SMA dan Sederajat, Ada Beasiswa

5 min read
3 Tahun Malaka: Resmikan Kampus buat Lulusan SMA dan Sederajat, Ada Beasiswa
Malaka menggelar Perayaan 3 Tahun Malaka & Launching Kampus Malaka di Citywalk Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, (20/10/2026). (IDN Times/Umi Jari Widayah)
  • Malaka meresmikan Kampus Malaka pada perayaan tiga tahun, memperluas akses pendidikan terarah dan inklusif setelah menghasilkan 96 episode kolaborasi pakar dengan total 20 juta penayangan.

  • Kampus Malaka menggandeng pendiri Zenius Sabda Putra Subekti, menawarkan kurikulum Madilok dan data science bagi lulusan SMA/SMK/Madrasah, dengan biaya maksimal Rp2,9 juta.

  • Malaka meluncurkan Malaka Books, pelatihan interaktif Malaka Dojo, dan Lokerja, sambil melanjutkan pengawalan isu publik, bantuan sosial, Education Fund, beasiswa, serta kartu keanggotaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Memasuki usia perjalanannya yang ketiga, Malaka memperkuat komitmenya sebagai platform edukasi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat dengan resmi meluncurkan Kampus Malaka.

Inisiatif baru ini sebagai keberlanjutan langkah strategis untuk menciptakan ruang belajar yang lebih terarah, inklusif, dan relevan guna mencetak generasi muda Indonesia yang cerdas dan kritis.

Hal ini disampaikan oleh salah satu pendiri dan Kepala Komunikasi Strategis Malaka Project, Cania Citta Irlanie dalam Perayaan 3 Tahun Malaka & Launching Kampus Malaka di Citywalk Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

"Konten kolaborasi kami dengan banyak pakar dan praktisi di Indonesia, yang sekarang jumlahnya udah ada 96 episode dan sudah 20 juta views totalnya. Banyak banget topiknya ya. Jadi teman-teman yang pengin tahu topik ekonomi, topik keuangan, sampai ke topik sleep science tentang kesehatan tidur, fitness, itu ada semua. Dan yang mengisi adalah orang-orang yang expert di bidangnya, atau praktisi yang sudah sangat berpengalaman," ungkap Cania.

  1. 1. Kampus Malaka pakai kurikulum berbasis Madilok dan data science, biaya tak lebih dari Rp2.900.000

    Ferry Irwandi, Cania Citta Irawan, dan Sabda Putra Subekti pada peluncuran Kampus Malaka di Jakarta.
    Pendiri Malaka Project Ferry Irwandi, Cania Citta Irawan dan Pendiri Zenius dan Penggagas Kurikulum Kampus Malaka Sabda Putra Subekti dalam Perayaan 3 Tahun Malaka & Launching Kampus Malaka di Citywalk Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, (20/10/2026). (IDN Times/Umi Jari Widayah)

    Dalam menggagas Kampus Malaka, Malaka menggandeng pendiri Zenius, Sabda Putra Subekti. Sabda memaparkan, kurikulum Kampus Malaka dirancang dengan memadukan fondasi berpikir Madilok serta tooling universal melalui data science agar mahasiswa memiliki kemampuan analitis yang kuat dan adaptif di abad ke-21.

    Sabda menekankan pentingnya memerdekakan pikiran masyarakat melalui fondasi pemikiran yang kuat, agar kesalahan sistemik di masa lalu tidak terus berulang.

    "Dengan tema revolusi yang jenis ketiga ini yaitu revolusi pikiran, memerdekakan pikiran dan sebagainya, salah satu inisiatifnya, dan bersama-sama dengan tim Malaka," ujar Sabda.

    Dalam kesempatan yang sama, pendiri Malaka Project Ferry Irwandi menyebut, biaya pendidikan di Kampus Malaka cukup terjangkau.

    "For your information aja ya, biaya Kampus Malaka tidak akan lebih dari Rp2.900.000, walaupun nantinya akan berdarah-darah," ungkap Ferry.

    Kampus Malaka terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat minimal lulusan SMA/SMK/Madrasah, dengan fokus utama meningkatkan kapasitas kognitif dan tingkat kecerdasan seluruh mahasiswanya.

  2. 2. Inovasi literasi melalui Malaka Books dan pelatihan keterampilan, juga ada lokerja

    Ferry Irwandi, pendiri Malaka Project, berbicara dalam perayaan tiga tahun Malaka di Jakarta Pusat.
    Pendiri Malaka Project Ferry Irwandi dalam Perayaan 3 Tahun Malaka & Launching Kampus Malaka di Citywalk Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, (20/10/2026). (IDN Times/Umi Jari Widayah)

    Dalam peluncuran tersebut, Cania menyampaikan, sebagai bentuk komitmen dalam mendorong peningkatan literasi dasar dan kesadaran sosial, Malaka turut meluncurkan Malaka Books yang kini telah memiliki koleksi buku. Ke depannya, gerakan ini juga terbuka untuk merambah karya fiksi.

    "Kita mau perjuangin buku-buku yang mendorong peningkatan literasi dasar dan kesadaran sosial. Jadi memang topik-topiknya lebih banyak difokuskan ke situ," ujarnya.

    Tak hanya fokus pada materi pasif berupa video pembelajaran, Malaka juga menghadirkan platform pelatihan keterampilan interaktif bernama Malaka Dojo. Program ini dapat melatih skills secara langsung.

    Cania juga menyebut, ada pula program Lokerja yang dirancang untuk menjembatani talenta di Indonesia dengan berbagai kesempatan kerja yang sesuai.

  3. 3. Kontribusi Malaka, termasuk sediakan fasilitas Education Fund dan beasiswa

    Cania Citta, pendiri Malaka Project, berbicara dalam perayaan tiga tahun Malaka dan peluncuran Kampus Malaka di Jakarta.
    Pendiri Malaka Project Cania Citta dalam Perayaan 3 Tahun Malaka & Launching Kampus Malaka di Citywalk Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, (20/10/2026). (IDN Times/Umi Jari Widayah)

    Sebelumnya, Malaka turut aktif mengawal berbagai isu krusial melalui aksi nyata, meliputi penggalangan dan penyaluran dana darurat, seperti pembangunan sekolah di Aceh serta program Patungan untuk Hutan, untuk korban gempa NTT, dan kebakaran hutan.

    Malaka juga mengawal produk kebijakan publik bersama koalisi masyarakat sipil, termasuk mengkritisi transparansi dan urgensi dalam RUU Penyiaran.

    "Kami juga enggak bilang bahwa yang bikin produk undang-undang ini berniat jahat atau enggak peduli, enggak. Mereka punya concern soal keamanan anak dan lain sebagainya. Tapi kan bukan berarti enggak bisa diselundupin agenda-agenda lain ya, gitu. Tentu saja salah satunya membungkam kritik ataupun informasi yang penting untuk disampaikan ke publik, tapi mungkin tidak menguntungkan di kacamata penguasa atau pejabat. Nah, itu yang perlu kita kawal," jelas Cania.

    Selain itu, Malaka juga menyediakan fasilitas Education Fund dan beasiswa, mulai dari pembiayaan publikasi jurnal ilmiah bagi peneliti dan akademisi, hingga dukungan pendidikan.

    Sebagai langkah terbaru untuk memperkuat ikatan antar anggota, Malaka memperkenalkan kartu keanggotaan (membership). Kartu keanggotaan ini dirancang agar para member dapat tergabung dalam komunitas eksklusif, mendapatkan akses harga yang lebih terjangkau untuk berbagai produk Malaka, serta memperoleh akses khusus ke berbagai kegiatan maupun pertemuan offline yang diselenggarakan.

  4. 4. Momen penting menegaskan kembali komitmen membangun literasi dan edukasi

    Co-Founder Malaka Books, Abigail Limuria (IDN Times Umi Jari W.)
    Co-Founder Malaka Books, Abigail Limuria (IDN Times Umi Jari W.)

    Sementara itu Co-Founder Malaka Books, Abigail Limuria, mengatakan perayaan tiga tahun berdirinya Malaka menjadi momen penting untuk menegaskan kembali komitmen lembaga ini dalam membangun literasi dan edukasi di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Abigail mengungkap sejumlah pembaruan dan rencana pengembangan Malaka Books. Mulai dari perkembangan perpustakaan digital, rencana penerbitan buku audio (audiobook), kelanjutan program Debat Wibu, hingga peluncuran Jurnal Makan yang Mikir. Berbagai pembaruan tersebut menjadi bagian dari upaya Malaka memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan literasi.

    Salah satu pembaruan yang disampaikan adalah perkembangan perpustakaan digital Malaka Books melalui situs malakabooks.id dan aplikasi yang tersedia di App Store serta Play Store. Menurut Abigail, platform tersebut telah memiliki sekitar 55.000 pembaca. Buku-buku yang diterbitkan dalam format digital umumnya dirancang lebih ringkas, dengan panjang sekitar 20–30 halaman, agar lebih mudah diakses oleh pembaca di tengah perubahan kebiasaan konsumsi informasi.

    Abigail menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan di balik format tersebut adalah semakin pendeknya rentang perhatian masyarakat. Ia menyebut angka 47 detik sebagai gambaran rentang perhatian rata-rata yang dibahas dalam presentasi tersebut. Meski demikian, data penggunaan Malaka Books menunjukkan bahwa pembaca dapat menghabiskan waktu lebih lama untuk membaca.

    “Dari data perpustakaan digitalnya Malaka Books dengan 55.000 pembaca tadi, ternyata rata-rata bisa menghabiskan 8 menit,” kata Abigail.

    Ia menilai temuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tetap memiliki minat untuk membaca dan mempelajari sesuatu apabila materi disajikan dengan cara yang sesuai. Bahkan, lebih dari separuh pembaca Malaka Books Digital Library disebut berhasil menamatkan buku yang mereka baca.

    “Jangan bilang ya, orang Indonesia nggak ada yang suka baca buku. Padahal sebenarnya enggak. Bisa kok, mereka itu suka buku kalau mereka baca,” ujarnya.

    Untuk meningkatkan pengalaman membaca, Malaka Books juga menghadirkan fitur berbagi kutipan buku ke Instagram Story maupun media sosial lainnya. Selain itu, tersedia fitur membaca bilingual yang memungkinkan pengguna mempelajari bahasa lain, seperti bahasa Inggris, Jepang, Korea, dan Jerman, melalui buku-buku yang tersedia di platform tersebut.

    Malaka Books juga tengah menyiapkan sejumlah buku dalam format audio. Inisiatif ini diharapkan dapat memberi alternatif bagi pembaca yang ingin mengakses pengetahuan sambil melakukan aktivitas lain. Dalam sesi tersebut, Abigail dan Kania turut membahas kemungkinan menghadirkan sejumlah pengisi suara untuk membacakan buku-buku terbitan Malaka Books.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More