Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gen Z Diajari Pendidikan Politik di Sekolah Partai PDI Perjuangan

4 min read
Gen Z Diajari Pendidikan Politik di Sekolah Partai PDI Perjuangan
PDIP Gelar Muda Mudi Sekolah Partai (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Ratusan anak muda mengikuti Muda-Mudi Sekolah Partai untuk mengenal pendidikan politik, sejarah perjuangan bangsa, dan nilai-nilai kebangsaan.

  • Komarudin Watubun menekankan pentingnya pemahaman Pancasila, konstitusi, serta proses dalam membentuk kepemimpinan.

  • Kegiatan mencakup dialog lintas generasi, materi politik, tur kompleks Sekolah Partai, dan diskusi tentang persoalan sosial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ratusan anak muda dari berbagai daerah berkumpul di kompleks Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026). Mereka mengikuti kegiatan Muda-Mudi Sekolah Partai yang dirancang untuk mengenalkan pendidikan politik, sejarah perjuangan bangsa, serta nilai-nilai kebangsaan kepada generasi Z atau Gen Z.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun. Sejumlah pengurus partai turut hadir, di antaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga MY Esti Wijayati, Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Yuke Yurike, Bendahara Umum Sekolah Partai Sigit K. Yunianto, serta Sekretaris Umum Sekolah Partai Nida Zidny Paradisa.

Di hadapan para peserta, Komarudin mengaku senang melihat tingginya antusiasme anak muda yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurut dia, pendidikan politik perlu diberikan sejak dini agar generasi penerus memahami sejarah perjuangan bangsa dan memiliki bekal untuk mengambil peran dalam kehidupan bernegara.

Komarudin menjelaskan, Sekolah Partai tidak semata-mata menjadi ruang untuk memperkenalkan PDI Perjuangan kepada anak muda. PDIP juga ingin mewariskan gagasan dan nilai perjuangan Presiden pertama RI Sukarno dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada generasi berikutnya.

“Kita undang pertama itu masih umum saja, bebas saja, karena yang paling penting itu bukan PDI Perjuangannya, tapi perjuangan Bung Karno dan Ibu Mega itu harus diwariskan kepada generasi penerus. Di situ ada nilai, ya. Perjuangan itu yang harus diteruskan,” ujar Komarudin.

Dia mengatakan, pemahaman terhadap Pancasila dan konstitusi menjadi bagian penting dalam pendidikan politik. Menurut Komarudin, generasi muda perlu memahami proses pembentukan kepemimpinan agar tidak menganggap jabatan publik dapat diraih tanpa persiapan dan pengalaman yang memadai.

“Di sana kita belajar bagaimana Pancasila, dasar negara, supaya jangan kita buat pelanggaran terhadap konstitusi, kan? Jadi kita sadarkan kepada generasi muda bahwa semua berproses, tidak ada yang jatuh dari langit. Supaya suatu ketika mereka jadi pejabat, mau jadi presiden, wakil presiden, harus siap, tidak bisa dipaksa. Nanti bikin rusak negara itu,” ucap dia.

  1. 1. Jangan sampai ada kesenjangan komunikasi antar generasi

    Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Dalam kegiatan tersebut, Komarudin juga menekankan pentingnya menjembatani kesenjangan komunikasi antara generasi tua dan anak muda. Dia menilai, jarak antara elite politik dan generasi muda dapat membuat sebagian anak muda kurang tertarik terhadap persoalan kebangsaan. Melalui forum pendidikan politik, dia berharap kedua generasi dapat bertemu, berdiskusi, dan saling memahami pandangan masing-masing.

    “Nah, itu makanya sekarang kita karena ada gap ini, kita buka gap-nya supaya ketemu kan di situ. Yang menjadi masalah kalau kita yang tua tetap bertahan, yang muda tetap apatis terhadap keadaannya. Ini yang kita lagi buka jalan untuk kita duduk sama-sama karena masa depan bangsa ini ada di tanganmu, bukan ada di tangan saya lagi,” kata dia.

  2. 2. Peserta yang ikut hasil seleksi

    Sekretaris Umum Sekolah Partai, Nida Zidny Paradisa (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Sekretaris Umum Sekolah Partai, Nida Zidny Paradisa (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Sekretaris Umum Sekolah Partai, Nida Zidny Paradisa, menjelaskan, peserta kegiatan merupakan hasil seleksi dari ribuan pendaftar melalui formulir daring. Panitia memeriksa sejumlah dokumen, termasuk kartu tanda mahasiswa dan kartu tanda penduduk, serta meninjau rekam jejak media sosial sebelum menentukan peserta yang lolos.

    Dia mengatakan, kegiatan ini bertujuan mendekatkan anak muda dengan PDI Perjuangan sekaligus memperluas pemahaman mereka mengenai peran politik dalam kehidupan masyarakat.

    “Tujuan diadakannya acara ini, teman-teman keluarga besar PDI Perjuangan ingin memperkenalkan agar kawan-kawan lebih dekat dan mengenal PDI Perjuangan. Bahwa ketika kita berbicara politik, kita enggak hanya cuman sekadar cerita soal elektoral, cerita soal kemenangan pemilu, tetapi juga ada amanah untuk menyampaikan edukasi ke masyarakat dan menjaga kewarasan demokrasi,” ujar Nida.

  3. 3. Ada tur kompleks sekolah partai

    PDIP Gelar Muda Mudi Sekolah Partai (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    PDIP Gelar Muda Mudi Sekolah Partai (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tur kompleks Sekolah Partai untuk mengenalkan berbagai fasilitas, seperti perpustakaan, klinik, koperasi, asrama pria dan wanita, serta aula Masjid At-Taufiq. Peserta juga memperoleh materi mengenai sejarah PDI Perjuangan, pemikiran Soekarno, perjalanan politik Megawati, tantangan partai, dan filosofi marhaenisme.

    Pada sesi diskusi, mereka berdialog dengan sejumlah narasumber, termasuk Melki Sedek Huang dan Virdian, mengenai persoalan sosial serta pemikiran Soekarno dan Megawati. Melalui program tersebut, PDI Perjuangan berupaya memperkenalkan pendidikan politik kepada generasi muda sekaligus membuka ruang dialog lintas generasi mengenai masa depan bangsa.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More