Hegseth mengonfirmasi bahwa pertemuan rahasia itu memang terjadi. Hegseth mengatakan, dalam kesempatan itu, ia juga bertemu dengan pasukan AS yang ada di Israel. Namun, ia tidak menjelaskan apa yang dibahas dalam pertemuan dengan Netanyahu. Netanyahu juga tidak menjelaskan apa isi pertemuan dengan Hegseth. "Suatu kehormatan mengunjungi para prajurit kita di @CENTCOM hari ini. Ini hal terbaik dari negara kita, dalam misi bersejarah. Semoga Tuhan memberkati," tulis Hegseth di X.
Netanyahu dan Menhan AS Gelar Rapat Rahasia, Bahas Apa?

- Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menggelar rapat rahasia di pangkalan udara Ovda, Israel selatan, pada 19 Oktober 2026.
- Pertemuan turut dihadiri pejabat Israel dan Uni Emirat Arab; Netanyahu berangkat diam-diam dengan jet pribadi, sementara agenda rapat tidak diungkapkan.
- Sejumlah pihak menduga rapat membahas serangan lanjutan ke Iran, seiring sikap AS yang menegaskan tidak akan membiarkan Teheran memiliki senjata nuklir.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, dikabarkan menggelar rapat rahasia pada Senin (19/10/2026). Menurut seorang sumber anonim kepada Axios, pertemuan itu digelar di pangkalan udara Ovda yang terletak di Israel selatan. Pangkalan itu juga dipakai sebagai tempat penyimpanan sejumlah jet tempur dan pesawat pengisi bahan bakar milik militer AS.
1. Netanyahu berangkat ke Israel selatan diam-diam

potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/Chatham House via commons.wikimedia.org/Chatham House) Rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, Penasihat Keamanan Israel, Shmuel Ben-Ezra, dan seorang pejabat dari Uni Emirat Arab. Menurut Axios, ketiganya juga memberikan sejumlah gagasan dan pendapat selama rapat berlangsung. Namun, tidak diketahui gagasan apa saja yang mereka sampaikan.
Sebelum rapat digelar, Netanyahu dikabarkan berangkat ke pangkalan udara Ovda di Israel selatan secara diam-diam menggunakan jet pribadinya. Media Israel, Ynet, menyebut ini sebagai hal yang tidak biasa karena Netanyahu biasanya berangkat menggunakan helikopternya. Ynet juga menyebut rapat yang digelar Netanyahu dan Hegseth sebagai hal yang janggal karena berlangsung lama.
2. Rapat diduga membahas serangan lanjutan ke Iran

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art) Sejumlah pihak menduga rapat rahasia yang digelar Netanyahu dan Hegseth bertujuan untuk membahas serangan lanjutan ke Iran. Sebab, sebelumnya, Netanyahu dan Presiden AS, Donald Trump, sudah berdiskusi untuk melanjutkan perang dengan Teheran. Namun, hingga saat ini, keduanya belum membuat keputusan apa pun soal rencana tersebut.
Beberapa waktu lalu, Trump sebetulnya sempat mengatakan bahwa ia tidak akan melanjutkan serangan ke Iran sebelum pemilihan umum sela AS yang akan digelar pada 3 November mendatang. Sebab, Trump mengaku saat ini ingin fokus memenangkan partai pendukungnya, Partai Republik, dalam pemilu tersebut. Ia ingin Partai Republik menguasai senat dan parlemen Negeri Paman Sam.
3. AS tidak akan membiarkan Iran punya senjata nuklir

potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji) Pada awal Oktober lalu, Hegseth mengatakan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran untuk memiliki senjata nuklir apa pun tujuannya. Pernyataan ini disebut berkaitan dengan rencana AS dan Israel untuk melakukan serangan baru ke Iran. Sebab, serangan itu disebut bertujuan untuk menekan Teheran agar mau menghentikan program pengembangan senjata nuklirnya.
"Iran tidak akan pernah, dalam keadaan apa pun, memiliki senjata nuklir. Presiden Trump benar-benar bertekad dan berniat untuk memastikan mereka tidak memperolehnya. Mereka tidak akan mendapatkannya," ujar Hegseth, seperti dilansir The New Arab.























