Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Korban Kebakaran Kemayoran Belum Mengungsi demi Jaga Sisa Barang
Andes (45) bersama keluarga duduk di depan rumah dan warung miliknya yang hangus terbakar di RT 16/RW 04 Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). (IDN Times/Zahira Hilman).
  • Kebakaran melanda permukiman padat di Pasar Jiung, Kemayoran, membuat warga seperti Andes kehilangan rumah dan usaha namun tetap bertahan di lokasi demi menjaga sisa barang.
  • Saat api berkobar, Andes hanya sempat menyelamatkan keluarganya dan dua sepeda motor, sementara warga berusaha memadamkan api dengan air galon sebelum petugas tiba.
  • Karena khawatir barang hilang, Andes menutup gudang sembakonya dan berharap pemerintah membantu warga membangun kembali tempat tinggal yang hangus terbakar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada api besar di Kemayoran, rumah dan warung Pak Andes terbakar. Dia cepat lari selamatkan keluarganya dan dua motor saja. Warga bantu padamkan api pakai air galon sebelum mobil pemadam datang. Sekarang Pak Andes belum pergi ke tempat aman, dia duduk di depan rumahnya jaga barang yang masih ada.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di kawasan Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, menyisakan duka bagi warga terdampak. Salah satunya Andes, pemilik Warung Makassar RT 16/RW 04 yang rumah sekaligus tempat usahanya hangus dilalap si jago merah. 

Hingga siang hari, Andes mengaku belum pergi ke posko pengungsian, dan masih bertahan di depan puing rumahnya, demi menjaga sisa barang yang masih bisa diselamatkan. 

“Dari semalam sampai sekarang belum pada tidur, jagain ini ngorek-ngorek cari barang yang masih bisa diambil,” kata pria 45 tahun itu saat ditemui IDN Times di lokasi kebakaran, Selasa (2/6/2026).

1. Hanya sempat selamatkan keluarga dan dua sepeda motor

Rumah salah satu korban kebakaran hangus terbakar di RT 16/RW 04 Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). (IDN Times/Zahira Hilman)

Saat kebakaran terjadi, Andes yang tengah berjualan di dekat kali kawasan rumahnya, langsung berlari pulang untuk menyelamatkan anggota keluarganya yang masih berada di rumah. 

Dengan total enam anggota keluarga, Andes mengaku saat itu ia hanya memikirkan keselamatan keluarganya, dibanding menyelamatkan barang-barang miliknya. 

“Yang penting adek aku keluar, udah itu aja. Ya yang penting diri dulu, masalah barang gak usah dipikirin dulu,” kata dia. 

Andes mengaku hanya berhasil menyelamatkan pakaian yang melekat di tubuhnya dan dua unit sepeda motornya. 

“Gak ada, pokoknya baju aja yang keluar sama dua motor,” ujar Andes. 

2. Warga pakai air galon untuk padamkan api

Andes (45) duduk di depan rumah dan warung miliknya yang hangus terbakar di RT 16/RW 04 Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). (IDN Times/Zahira Hilman)

Di depan rumah dan warungnya yang menjadi satu, Andes juga memiliki gudang sembako yang berhasil selamat dari kobaran api. 

Namun, di tengah kepanikan saat kebakaran terjadi, Andes bersama warga lainnya sempat berusaha memadamkan api menggunakan air galon dari gudang tersebut, sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. 

“Di sini banyak galon sama dus-dusan dipakai buat nyiram api, gak apa-apa aku bilang,” ucapnya. 

Saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, Andes mengaku proses pemadaman sempat terkendala, karena air tidak mengalir saat api mulai membesar. 

“Pada saat datang juga gak langsung, soalnya kejadian pas mau masuk ke dalam gang sempat mati airnya,” jelas Andes.

3. Pilih tutup gudang karena takut barang hilang

Andes (45) bersama keluarga duduk di depan rumah dan warung miliknya yang hangus terbakar di RT 16/RW 04 Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). (IDN Times/Zahira Hilman)

Andes membeberkan saat kebakaran terjadi banyak warga yang berusaha membantu menyelamatkan barang-barang miliknya. Namun, ia memilih menutup gudang sembakonya, karena khawatir barang dagangannya ikut hilang di tengah situasi yang kacau. 

“Banyak yang mau nolong, tapi aku langsung tutup aja. Tahu sendiri kalau nolong, itu mau ditolong atau diambil,” kata dia. 

Meski kehilangan hampir seluruh harta bendanya, Andes berharap, pemerintah dapat membantu warga untuk kembali membangun tempat tinggal mereka akibat kebakaran. 

“Pokoknya semuanya deh, soalnya gak ada lagi, cuma baju aja dipakai. Ini aja gak ada gantinya lagi, cuma ini yang dipakai,” harap Andes. 

Editorial Team

Related Article