Pemprov DKI Pastikan Siswa Korban Kebakaran Kemayoran Tetap Bisa Ujian

- Pemprov DKI Jakarta memastikan siswa korban kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran tetap bisa mengikuti ujian meski perlengkapan sekolah mereka terbakar.
- Wakil Gubernur Rano Karno menegaskan tidak ada gedung sekolah yang terdampak dan siswa diberi kesempatan ujian susulan sesuai kebijakan Dinas Pendidikan.
- Kebakaran berdampak pada 304 bangunan dengan 354 kepala keluarga, sementara Pemprov menyiapkan posko pengungsian lengkap dengan layanan kesehatan dan bantuan logistik.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan siswa korban kebakaran permukiman Kebon Kosong, Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat tetap dapat mengikuti ujian sekolah meski perlengkapan belajar mereka ikut terbakar.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengaku langsung menanyakan nasib ujian anak-anak terdampak kebakaran kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta saat akan meninjau lokasi pengungsian.
“Saya tadi pagi-pagi berangkat dari rumah jam 6 pagi karena nganterin cucu saya ujian. Karena itu saya telepon Kepala Dinas, ‘Eh anak-anakku yang kena kebakaran gimana ujiannya?’ ‘Engga Pak, nanti bisa menyusul’,” ujar Rano menirukan percakapannya dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Posko Pengungsian Lapangan Jusuf Hamka, Selasa (2/6/2026).
Rano mengatakan sejumlah anak terdampak kehilangan perlengkapan sekolah seperti pakaian, buku, hingga tas akibat kebakaran yang melanda pemukiman warga di kawasan tersebut.
“Tapi memang anak-anak yang mungkin pakaiannya, bukunya, tasnya, karena itu kita kasih kebijakan mereka bisa nyusul,” kata dia.
Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta memastikan para siswa tetap mendapat kesempatan mengikuti ujian susulan.
Wakil Gubernur itu juga menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya, tidak ada gedung sekolah yang terdampak dalam kebakaran tersebut.
“Saya mendapat laporan di sini tidak ada gedung sekolah yang terbakar,” ucap dia.
Berdasarkan data sementara Pemprov DKI Jakarta, kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 304 bangunan dan menyebabkan 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak.
Dari jumlah tersebut terdapat 53 anak usia SD, enam anak usia SMP, dan 22 remaja usia SMK.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan posko pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka lengkap dengan layanan kesehatan, dapur umum, dan bantuan logistik untuk warga terdampak kebakaran.


















