Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korban Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua Bogor Tembus 103 Orang
Puluhan Pelajar SMP N 2 Cisarua Alami Keracunan dan Masuk RS di Bogor. Istimewa
  • Sebanyak 103 siswa SMPN 2 Cisarua diduga keracunan setelah menyantap MBG dan susu; sebagian siswa yang membaik telah dipulangkan usai pemeriksaan.

  • Pemkab Bogor menanggung penuh biaya perawatan di RSPG Cisarua. Dari 103 korban, 102 siswa dilaporkan stabil, sementara satu lainnya membutuhkan penanganan psikologis.

  • Pemkab menugaskan tenaga kesehatan RSUD Ciawi memantau kondisi korban secara door-to-door pada 22 Oktober 2026, setelah observasi dan penanganan medis berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
103 murid SMPN 2 Cisarua di Bogor sakit setelah makan Makan Bergizi Gratis dan minum susu. Mereka merasa mual dan pusing. Mereka dibawa ke rumah sakit. Sebanyak 102 murid sudah stabil, dan satu murid perlu bantuan lebih karena panik. Sebagian murid sudah pulang. Besok petugas kesehatan akan datang mengecek mereka di rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat pemerintah daerah dan tenaga kesehatan terlihat dalam penanganan para siswa, dengan seluruh biaya perawatan ditanggung serta 102 dari 103 korban dilaporkan stabil setelah mendapat tindakan medis. Sebagian siswa bahkan telah dipulangkan, sementara pemantauan lanjutan dari rumah ke rumah disiapkan untuk memastikan kondisi mereka terus terpantau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, IDN Times — Jumlah siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, yang diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengonsumsi susu terus bertambah hingga menyentuh angka 103 anak pada Rabu (21/10/2026) sore.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat memberikan keterangan resmi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis para pelajar di Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua ditanggung penuh oleh negara.

"Pemkab Bogor memastikan mereka mendapatkan perawatan yang terbaik dan tercepat di RS Goenawan Partowidigdo, kami pun menanggung semua pembiayaan perawatan mereka," tegas Rudy Susmanto.

1. Korban melonjak jadi 103 siswa, sebagian mulai dipulangkan sore hari

Pelajar di perisak usai diduga keracunan. Istimewa

Berdasarkan data konfirmasi hingga pukul 15.30 WIB, jumlah pelajar kelas VII dan VIII yang mendadak mual dan pusing usai sarapan MBG membengkak dari 92 menjadi 103 orang. Kapolsek Cisarua, AKP Budi Suratman, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat berjalan lancar dan sebagian siswa yang kondisinya membaik sudah diizinkan pulang.

"Iya (diduga keracunan), sementara total ada 103 siswa. Hingga saat ini sebagian telah dipulangkan karena telah selesai pemeriksaan," ujar Budi.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Kapolsek Cilendek, AKP Budi Sutarman. Ia mengatkan sebagain siswa telah dipulangkan, namhn untuk. jumlah pastinya belum bisa dibeberkan, mengingat proses pemeriksaan masih berlangsung.

2. Bupati sebut kondisi 102 siswa stabil

Bupati Bogor, Rudy Susmanto

Bupati Bogor menerangkan dari total 103 korban, sebanyak 102 siswa dalam kondisi klinis yang stabil setelah mendapatkan tindakan medis cepat. Sementara itu, satu siswa lainnya membutuhkan penanganan ekstra akibat kepanikan psikologis saat proses evakuasi.

"Selain memberikan obat, kami juga memberikan multivitamin dan makan siang. Ratusan siswa-siswi tersebut dipulangkan sore hari ini jika hasil observasi tenaga kesehatan menyatakan kondisi mereka membaik," terang Rudy.

3. Nakes diminta door-to-door ke rumah siswa besok

ilustrasi perawat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Rudy mengatakan bahwa Pemkab Bogor menginstruksikan tim medis dari RSUD Ciawi untuk melakukan pemantauan kesehatan secara langsung ke rumah-rumah para pelajar pada Kamis (22/10/2026).

"Tenaga kesehatan dari RSUD Ciawi besok saya tugaskan datang ke rumah siswa-siswi untuk mengecek kembali kondisi kesehatan para korban," kata Rudy.

Curated For You

Editorial Team

Related Article