Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penerima MBG Masih Didominasi Siswa Kaya dan Perkotaan

2 min read
Penerima MBG Masih Didominasi Siswa Kaya dan Perkotaan
Anggota DEN Firman Hidayat. (YouTube/Sekretariat Presiden)
  • DEN menilai penerima MBG masih lebih banyak berasal dari siswa kaya dan perkotaan dibandingkan siswa miskin serta siswa di perdesaan.

  • Kajian DEN menunjukkan siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen, terutama dari kelompok masyarakat paling miskin.

  • Peningkatan semangat belajar berkaitan dengan kualitas menu MBG; 95 persen siswa menyatakan semangatnya meningkat saat menu sangat baik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyoroti distribusi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih lebih banyak menjangkau siswa di perkotaan dibandingkan perdesaan. Penerima MBG juga dinilai masih didominasi kelompok siswa kaya dibandingkan siswa miskin.

Anggota DEN Firman Hidayat mengatakan DEN meminta pemerintah memprioritaskan penyaluran MBG bagi masyarakat miskin, siswa di perdesaan, dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Masih lebih banyak siswa kaya yang menerima dibandingkan siswa miskin gitu kan. Nah artinya perlu ada prioritas yang lebih baik," kata Firman dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

  1. 1. DEN kaji dampak MBG melalui Susenas

    ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)
    ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)

    DEN telah mengkaji dampak MBG terhadap kehadiran siswa di sekolah, semangat belajar, dan rasa lapar. Kajian tersebut menggunakan modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang disusun DEN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lain.

    Susenas yang mulai memuat modul tersebut pada September 2025 mencakup seluruh wilayah Indonesia. Hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan kondisi antara siswa penerima MBG dan siswa yang belum menerima program tersebut.

    "Jadi terlepas dari segala kekurangan yang dialami program MBG ini, kami melihat temuannya cukup menarik gitu ya," ujar dia.

  2. 2. Penerima MBG lebih jarang absen sekolah

    ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)
    ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Berdasarkan hasil studi DEN, siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen dibandingkan siswa yang tidak menerima program tersebut. Perbedaan itu terlihat cukup besar pada kelompok masyarakat paling miskin atau desil 1.

    Siswa dari kelompok tersebut yang tidak menerima MBG cenderung lebih sering absen. Sebaliknya, siswa penerima MBG relatif lebih jarang tidak masuk sekolah. Penurunan ketidakhadiran siswa juga semakin besar seiring dengan meningkatnya intensitas penerimaan MBG di sekolah.

    "Ini semakin tinggi berkurangnya absen seiring dengan intensitas penerimaan MBG di sekolahnya. Jadi saya kira ini satu hal yang positif," tuturnya.

  3. 3. Kualitas menu MBG berkaitan dengan semangat belajar

    IMG-20260313-WA0027.jpg
    Ilustrasi dapur MBG di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    DEN juga menemukan penerimaan MBG berkaitan dengan peningkatan semangat belajar siswa. Namun, hal tersebut bergantung pada kualitas makanan yang diberikan. Dalam studi tersebut, sebanyak 95 persen siswa penerima MBG menyatakan semangat belajar mereka meningkat ketika kualitas menu yang diterima sangat baik. Sebaliknya, angka tersebut turun ketika kualitas menu dinilai buruk.

    "Artinya memang salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden yang tadi kami sampaikan, perlu diperhatikan kualitas menu MBG gitu kan, karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah," kata Firman.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More