Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Jiwa, Terluka 64 Orang
Basarnas Maumere di lokasi gempa Flores, NTT. (Dok Basarnas Maumere)
  • Data operasi SAR gabungan hingga pukul 09.00 WIB mencatat 51 korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT.
  • Empat korban tambahan ditemukan, terdiri dari tiga warga di Manggarai Timur dan satu warga di Manggarai atau Reo.
  • Sebanyak 64 warga mengalami luka-luka dan luka berat, sementara tim SAR gabungan masih melakukan penanganan di wilayah terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah pembaruan data korban gempa disampaikan berkala?
Vote Now
Minggu (16/8/2026)

Hingga pukul 09.00 WIB, operasi SAR gabungan mencatat 51 korban meninggal dunia. Data ini bertambah dari 48 korban setelah tiga warga dievakuasi di Manggarai Timur dan satu korban ditemukan di Manggarai atau Reo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah pembaruan data korban gempa disampaikan berkala?
Vote Now
  • What?
    Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT bertambah menjadi 51 orang.
  • Who?
    Basarnas, tim SAR gabungan, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, PMI, Tagana, dan potensi SAR lainnya melakukan operasi.
  • Where?
    Operasi berlangsung di wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur, termasuk Manggarai Timur serta Manggarai atau Reo.
  • When?
    Data terbaru dihimpun hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WIB.
  • Why?
    Jumlah korban menjadi 51 setelah tiga warga dievakuasi di Manggarai Timur dan satu korban ditemukan di Manggarai atau Reo.
  • How?
    Tim SAR gabungan melakukan penanganan dan operasi untuk mengevakuasi warga yang masih membutuhkan pertolongan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah pembaruan data korban gempa disampaikan berkala?
Vote Now

Gempa 7,7 di NTT membuat 51 orang meninggal. Ada 64 warga yang luka-luka dan luka berat, lalu dirawat. Pak Mohammad Syafii dari Basarnas memberi kabar ini. Tim SAR bersama TNI, Polri, dan banyak pihak masih bekerja di tempat yang kena gempa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah pembaruan data korban gempa disampaikan berkala?
Vote Now

Keterlibatan Basarnas bersama TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, PMI, Tagana, dan potensi SAR lainnya memperlihatkan adanya penanganan gabungan di wilayah terdampak. Operasi yang masih berlangsung juga diarahkan untuk memastikan warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera dievakuasi, sementara warga luka-luka dan luka berat mendapatkan perawatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah pembaruan data korban gempa disampaikan berkala?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 51 orang. Data terbaru tersebut merupakan hasil operasi SAR gabungan hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WIB.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, terdapat empat penambahan korban meninggal dunia. Tiga warga di Manggarai Timur dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya ditemukan di Manggarai atau Reo.

“Untuk update per pukul 09.00 adalah 51. Penambahan yang pertama, di Manggarai Timur ada tiga warga yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Kemudian untuk yang ada di Manggarai atau Reo, yang tadinya 23 menjadi 24, bertambah satu. Sehingga totalnya ada 51 korban meninggal dunia,” kata Syafii di Mako Polisi Udara Pondok Cabe, Minggu (16/8/2026).

Sementara itu, sebanyak 64 warga mengalami luka-luka dan luka berat serta mendapatkan perawatan. Tim SAR gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah wilayah terdampak gempa.

Syafii mengatakan, data tersebut merupakan pembaruan dari data sebelumnya yang masih mencatat 48 korban meninggal dunia. Operasi SAR terus dilakukan untuk memastikan warga yang masih membutuhkan pertolongan dapat segera dievakuasi.

“Jadi mohon maaf, ini slide yang kami update tadi pagi masih 48, untuk update per pukul 09.00 adalah 51,” ujar dia.

Basarnas bersama tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, PMI, Tagana, dan potensi SAR lainnya masih melakukan operasi di wilayah terdampak.

Sampaikan pendapatmu soal pembaruan data korban gempa

Perlukah pembaruan data korban gempa disampaikan berkala?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article