Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korban Meninggal Gempa NTT Tetap 111 Jiwa, Tak Bertambah Selama 2 Hari
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. (Tangkapan layar YouTube BNPB)
  • BNPB melaporkan korban meninggal akibat gempa NTT tetap 111 jiwa hingga 29 Agustus 2026, tanpa penambahan selama dua hari. Mayoritas korban adalah perempuan dan lansia.
  • Jumlah pengungsi bertambah 16.394 jiwa setelah validasi data di Kabupaten Ngada, dengan angka pengungsi di wilayah itu naik dari 3.259 menjadi 21.552 orang.
  • BNPB mencatat bantuan masuk 5 ton dan 22 ton didistribusikan ke Maumere via pesawat TNI AU, serta melalui jalur darat dan laut dari Jakarta-Surabaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Sabtu (29/8/2026) tidak ada penambahan korban meninggal dunia akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Maka, jumlah korban meninggal masih tetap di angka 111 jiwa. Ini sudah hari kedua dilaporkan tidak ada penambahan korban meninggal dunia.

Meski begitu, BNPB tetap mengucapkan bela sungkawa mendalam atas meninggalnya 111 warga di NTT.

"Untuk hari ini sama seperti kemarin, tidak ada penambahan korban meninggal yang kami temukan. Kami tetap berdoa agar tidak ada lagi korban-korban lain yang ditemukan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, ketika memberikan keterangan pers virtual pada Sabtu.

Dari 111 jiwa yang meninggal, mayoritas merupakan perempuan yaitu 56,4 persen. Sedangkan, bila dilihat dari usia, mayoritas korban meninggal merupakan lansia yaitu 45 persen.

Sementara, jumlah pengungsi justru mengalami penambahan sebesar 16.394 jiwa. Berdasarkan data dari BNPB, kenaikan jumlah pengungsi yang signifikan itu berasal dari Kabupaten Ngada.

"Hal ini karena data-data yang sampai ke kami, kurang update atau valid sehingga dilakukan validasi. Di Ngada yang semula jumlah pengungsinya 3.259 orang kini bertambah menjadi 21.552 orang pengungsi," tutur dia.

Penurunan yang signifikan juga terjadi pada jumlah bantuan. Pada hari ini, berdasarkan data BNPB, jumlah bantuan mencapai 5 ton. Sedangkan, bantuan yang dikeluar untuk didistribusikan mencapai 22 ton. Distribusi dilakukan dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara (AU) sebanyak 1 sortie ke Maumere.

"Hal ini bisa terjadi karena selama dua minggu terakhir kami sudah mengirimkan (bantuan) baik itu yang berada di Bandara Labuan Bajo maupun Maumere secara terus menerus. Sehingga, permintaan bantuan dari bawah relatif landai sehingga hari ini kami hanya mengirimkan bantuan seberat 22 ton," kata dia.

Berton menyatakan, selain distribusi lewat jalur udara, satgas gabungan juga mengirimkan bantuan lewat jalur darat yaitu dari Jakarta ke Surabaya lalu dari Surabaya ke lokasi bencana lewat jalur laut. Berton pun memastikan meski pengiriman bantuan hari ini minim ke lokasi bencana tetapi semua kebutuhan pengungsi diklaim sudah diperhitungkan dengan baik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article